NGANJUK, SRTV.CO.ID – Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama sejumlah instansi menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan pangan di Pasar Sukomoro serta salah satu swalayan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di masyarakat.
"Pengawasan pangan perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari aspek ketersediaan, harga, hingga keamanan produk yang sampai kepada konsumen," tegas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo. Rabu (7/10/2026)
Dalam pemantauan tersebut, petugas menemukan harga komoditas bawang merah mengalami kenaikan dibandingkan pekan sebelumnya, yakni berada di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.
Selain itu, tim juga menemukan beras merk Kibi yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Penelusuran langsung dilakukan dari pihak toko hingga ke tingkat produsen.
"Pengawasan pangan tidak hanya melihat harga, tetapi juga memastikan pangan yang beredar aman dan memenuhi standar mutu. Karena itu, sinergi antarinstansi menjadi penting agar perlindungan terhadap masyarakat sebagai konsumen dapat berjalan dengan baik," ujar Jusuf.
Hasil penelusuran menunjukkan pihak toko menjual beras di atas HET karena harga dari produsen sudah tinggi, yang dipicu oleh naiknya harga gabah di tingkat petani.
Meski demikian, pasokan komoditas lain seperti minyak goreng dilaporkan masih dalam kondisi stabil tanpa temuan pelanggaran.
"Pengawasan di lapangan diharapkan tidak hanya mampu mendeteksi potensi pelanggaran, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan perdagangan sesuai ketentuan," tambah Jusuf.
Sidak ini melibatkan Bapanas RI, Perum Bulog Divre 5 Kediri, Polres Nganjuk, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, DKPP, serta Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun 2026, Pemkab Nganjuk melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat pemantauan stok, mengordinasikan pasokan dengan Bulog, serta mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah di wilayah yang mengalami kenaikan harga.
Editor : SRTVRedaksi