Jejak Peradaban Majapahit Terkuak di Nganjuk, Warga Trayang Temukan Sumur Kuno di Pinggir Sungai Brantas

Komunitas Kota Sejuk dan Disporabudpar Nganjuk saat mengevaluasi struktur sumur jobong kuno era Majapahit yang ditemukan di pinggir Sungai Brantas, Desa Trayang, Ngronggot, Nganjuk. (Dito/SRTV)
Komunitas Kota Sejuk dan Disporabudpar Nganjuk saat mengevaluasi struktur sumur jobong kuno era Majapahit yang ditemukan di pinggir Sungai Brantas, Desa Trayang, Ngronggot, Nganjuk. (Dito/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Warga Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dihebohkan dengan penemuan sumur tua saat menggali tanah di pinggir Sungai Brantas.

Sadar akan pentingnya nilai sejarah temuan tersebut, Sutomo, warga setempat, melaporkan keberadaan sumur tua itu kepada Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk) agar dapat dilestarikan.

Mendapat laporan tersebut, anggota Kota Sejuk bersama Disporabudpar Kabupaten Nganjuk langsung meninjau lokasi.

"Bersama Disporabudpar Nganjuk, kami mendatangi lokasi dan benar bahwa jobong yang ditemukan warga memang sesuai dengan struktur pinggiran sumur peninggalan era Majapahit," ujar Amin Fuadi, Ketua Kota Sejuk. Selasa (29/9/2026)

Saat ini warga telah berhasil mengangkat tiga jobong yang kondisinya sebagian rusak. Petugas diperkirakan masih harus menggali lebih dalam karena ditengarai masih terdapat tiga jobong lagi yang tertimbun di dalam tanah.

"Sumur jobong ini memiliki ketinggian 63 centimeter, diameter 80 centimeter, serta ketebalan 3 centimeter. Karena posisinya tepat di pinggir sungai, kami bersama petugas akan melakukan analisa lebih mendalam terkait keberadaan sumur jobong ini," ungkapnya.

Lokasi penemuan ini diduga kuat dulunya merupakan area perkampungan penduduk masa lampau. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya pecahan bata kuno di sekitar lokasi, yang disinyalir merupakan sisa-sisa struktur bangunan rumah warga pada zaman dahulu.

"Kalau dilihat dari konstruksi sumur jobong ini, diduga kuat memang peninggalan era Majapahit. Tetapi pihak kami akan menganalisa lebih dalam lagi untuk memastikan kebenarannya," tegas Amin Fuadi terkait hasil pengamatan sementara di lapangan.

Proses evakuasi struktur kuno tersebut hingga kini masih berlangsung secara hati-hati. Petugas terus melakukan penggalian agar tiga jobong yang tersisa bisa diangkat dengan aman tanpa merusak strukturnya.

Setelah seluruh proses pengangkatan selesai, benda bersejarah ini akan diserahkan kepada pihak pemerintah desa setempat untuk diamankan dan diselamatkan.

Editor : SRTVRedaksi