SURABAYA, SRTV.CO.ID — Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media massa berkumpul dan beradu strategi dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 yang digelar di Hanaka Social Space, Surabaya.
Turnamen yang memperebutkan Piala Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga resmi yang berorientasi pada prestasi.
"Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi," ujar Asisten I Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, Minggu (23/8/2026)
Langkah pengakuan domino sebagai olahraga prestasi didukung penuh oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur.
Bahkan, kepengurusan ORADO kini telah terbentuk di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur guna mempercepat pencarian serta pembinaan atlet-atlet berbakat dari berbagai kalangan.
"Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi," tegas Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Budiyanto.
Penyelenggara memastikan bahwa kolaborasi bersama awak media ini tidak berhenti sebagai ajang seremonial belaka.
ORADO Jawa Timur telah berkomitmen untuk menjadikan turnamen antarjurnalis ini sebagai agenda tahunan resmi organisasi demi memperluas sosialisasi domino ke publik.
"Kami sudah menetapkan bahwa event bersama teman-teman jurnalis masuk dalam kalender kegiatan tahunan ORADO Jawa Timur," ungkap Ketua Harian ORADO Jawa Timur, Mulyadi.
Karakteristik permainan domino yang mengandalkan taktik dan kecermatan dinilai sangat serasi dengan profesi wartawan.
Sebagai mind sport, domino menguji ketajaman berpikir pemainnya saat mengambil keputusan di atas meja pertandingan.
"Olahraga domino merupakan olahraga pikiran atau mind sport yang melatih strategi, daya ingat, dan kontrol emosi. Hal itu sejalan dengan cara-cara kerja jurnalis di lapangan," tutur Direktur Rumah Literasi Digital (RLD), Andika Ismawan.
Editor : SRTVRedaksi