Estetika Senja Mundusewu, Tren Ngopi di Tepi Sawah yang Bikin Gen Z Jombang Ketagihan

Keindahan Senja Mundusewu : Suasana hangat anak-anak Gen Z saat menikmati kopi keliling berlatar lanskap persawahan dan matahari terbenam di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang (SRTV)
Keindahan Senja Mundusewu : Suasana hangat anak-anak Gen Z saat menikmati kopi keliling berlatar lanskap persawahan dan matahari terbenam di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang (SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Sebuah lapak kopi keliling sederhana di area persawahan Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, mendadak menjadi magnet baru bagi anak-anak Gen Z.

Mengusung konsep menyatu dengan alam, tren menikmati kopi hangat berlatar hamparan sawah hijau dan langit sore kini kian digandrungi masyarakat setempat, Rabu (5/8/2026).

Menawarkan pemandangan lepas tanpa sekat, tempat ini menjadi lokasi favorit untuk menyaksikan indahnya langit sore. Penjual sengaja membuka lapaknya mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB guna memanjakan pembeli.

"Kami sengaja buka sore menyesuaikan dengan waktu tenggelamnya matahari," ujar wanita penjual kopi keliling tersebut.

Daya tarik utama tempat ini memuncak menjelang senja. Sembari duduk santai di bangku-bangku kecil yang tertata rapi di pematang sawah, para pengunjung dapat menikmati detik-detik matahari terbenam berbalut langit jingga kemerahan yang memantul indah di atas saluran irigasi.

Suasana tenang dan hangat ini dirasakan langsung oleh Rian (24), salah satu pengunjung yang datang bersama kawan-kawannya.

"Sensasinya beda banget. Biasanya kalau ngopi di kota penuh suara kendaraan, tapi di sini kita bisa ngobrol santai sambil nungguin matahari tenggelam ditemani angin sepoi-sepoi persawahan. Benar-benar ampuh buat ilangin stres setelah seharian bekerja," tuturnya saat ditemui di lokasi.

Tak hanya menawarkan ketenangan, spot ini juga berburu nilai estetika visual yang sangat digandrungi anak muda zaman sekarang.

Pemandangan hamparan padi berpadu siluet aktivitas warga lokal menjadi latar foto ciamik untuk diunggah ke media sosial.

Dewi (22), pengunjung lainnya, mengaku terpikat dengan lanskap alami tempat tersebut.

"Tempatnya juara banget buat nyari foto estetik pas senja. Selain kopinya enak dan merakyat, mata kita juga langsung dimanjakan sama pemandangan hijau sejauh mata memandang. Datang ke sini pas sore rasanya tenang banget," ungkapnya sembari menikmati es kopi.

Meski enggan menyebutkan namanya karena sibuk melayani pembeli yang membludak, sang penjual wanita yang mengendarai sepeda motor ini mengaku sengaja memilih lokasi tersebut karena keindahan alamnya.

Ia juga memastikan harga sajian di lapaknya tidak merogoh kocek dalam-dalam. "Harga minuman pergelas murah kok mas, dan ramah di kantong, hanya 5 ribu saja," pungkasnya ramah.

Editor : SRTVRedaksi