Misteri Speed Boat Orange Terdampar, ABK 17 Tahun Hilang di Perairan Buleleng Diduga akibat Miras

Tim SAR Gabungan saat mengerahkan rubber boat dan personil penyelam di sekitar perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Buleleng, guna mencari ABK asal Bogor yang hilang (Istimewa/SRTV)
Tim SAR Gabungan saat mengerahkan rubber boat dan personil penyelam di sekitar perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Buleleng, guna mencari ABK asal Bogor yang hilang (Istimewa/SRTV)

BULELENG, SRTV.CO.ID - Upaya pencarian tengah dilakukan di perairan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) inisial RTF (17) dilaporkan hilang misterius setelah terjatuh dari speed boat pada Selasa (30/6/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Korban yang diketahui berasal dari Bogor Barat ini belum kembali ke kapalnya, sementara perahu yang digunakannya ditemukan warga terdampar di pesisir pantai.

Kronologi bermula pada Senin malam sekitar pukul 21.00 WITA, ketika korban terlihat turun dari Kapal Turmalin 384310 menuju pantai menggunakan speed boat berwarna orange dalam kondisi mabuk.

Masalah muncul saat remaja tersebut hendak kembali ke kapal induknya pada dini hari. Hingga Selasa siang, korban tak kunjung terlihat, memicu kepanikan kru kapal dan warga sekitar yang kemudian menemukan kapalnya terdampar kosong.

"Informasinya kami terima hari ini pada pukul 06.40 Wita dan segera diberangkatkan 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng menuju lokasi kejadian," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat melakukan operasi penyisiran sejak pagi hari. Sorti pertama dikerahkan menggunakan satu unit rubber boat, namun setelah tiga jam menyisir permukaan perairan, keberadaan remaja malang tersebut masih belum menemui titik terang.

Memasuki siang hari, intensitas pencarian ditingkatkan secara masif melalui jalur udara, permukaan, hingga bawah laut. Tim Rescue membagi fokus ke dalam beberapa unit untuk memaksimalkan area pencarian yang mulai meluas seiring berubahnya arus air laut.

"Penyisiran di perairan kembali dilakukan pada pukul 13.20 wita menggunakan 1 unit rubber boat (6 personel) dan 1 unit sekoci kapal (4 personel). Mereka sempat melakukan pencarian di bawah laut dengan cara snorkling dan diving. Dengan jarak pandang kurang lebih 2 meter, 2 orang menyelam sedalam 10 meter. Sementara itu SRU darat berjalan menyusuri sepanjang bibir pantai," urai I Nyoman

Hingga berita ini diturunkan, operasi bawah air dengan visibilitas terbatas tersebut masih nihil.

Berbagai unsur eksternal mulai dari TNI AL, Polairud, KPLP, Polsek Gerokgak, BPBD Buleleng, hingga pihak keluarga korban masih bersiaga di posko darurat guna melanjutkan penyisiran sepanjang bibir pantai.

Editor : SRTVRedaksi