MBG Mempercapat Pertumbuhan Ekonomi dan Kedaulatan Pangan di Nganjuk, Jianto : Manfaatkan Potensi Lokal!

 

Nganjuk, SRTV.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat diproyeksikan tidak sekadar menjadi program pemenuhan nutrisi anak sekolah, melainkan lokomotif baru bagi perputaran ekonomi di Kabupaten Nganjuk. 

Jika dikelola secara optimal dengan mengintegrasikan seluruh potensi daerah, program ini diyakini mampu mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus menyejahterakan masyarakat bawah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Jianto, menegaskan bahwa Kabupaten Nganjuk memiliki modal yang sangat besar untuk mendukung penuh keberlangsungan program ini. 

Sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Timur, Nganjuk surplus berbagai komoditas pertanian mulai dari beras, sayur-mayur, hingga komoditas unggulan seperti bawang merah.

Menurutnya, mata rantai pasok (supply chain) untuk kebutuhan dapur MBG harus sepenuhnya melibatkan ekosistem lokal. Artinya, bahan baku seperti beras, telur, daging ayam, sayuran, hingga bumbu dapur wajib diserap dari petani, peternak, dan pedagang asli Nganjuk.

"Program Makan Bergizi Gratis ini adalah momentum emas bagi Kabupaten Nganjuk. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau sekadar konsumen. Seluruh kebutuhan pangan untuk program ini harus dipasok langsung oleh petani dan peternak lokal kita sendiri. Ini adalah jalur cepat menuju kedaulatan pangan daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, dampak multiplier effect (efek berganda) dari program ini akan langsung dirasakan oleh sektor ekonomi mikro. Pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ibu-ibu penyeleksian di tingkat desa dalam proses memasak dan distribusi akan membuka banyak lapangan kerja baru.

Wakil rakyat Nganjuk berkomitmen untuk terus mengawal persiapan hingga pelaksanaan teknis program MBG di lapangan agar berjalan transparan, tepat sasaran dari sisi pemenuhan gizi anak, sekaligus berdampak nyata pada isi dompet masyarakat Anjuk Ladang. 

 

Editor : SRTVRedaksi