TUBAN, SRTV.CO.ID - Aroma khas rempah dan gurihnya santan langsung menyergap siapapun yang melintasi kawasan Terminal Lama Kota Tuban. Di sinilah, tepat di pinggir jalur legendaris Pantai Utara (Pantura), sebuah warung makan sederhana milik Mbak Yanti berdiri.
Selama lima tahun terakhir, warung ini telah menjadi jargon pelepas lapar bagi para pelintas dan pemburu kuliner yang merindukan cita rasa masakan pesisir yang otentik.
"Mangut ikan tuna, tongkol, maupun ikan pe (pari), serta cumi pedas adalah andalan di warung milik saya," ujar Yanti selaku pemilik warung saat ditemui pada Rabu (3/6/2026).
Keistimewaan mangut Mbak Yanti tak hanya terletak pada racikan bumbunya, melainkan juga pada kesegaran bahan bakunya.
Berada di kawasan pesisir Tuban yang kaya akan hasil laut membuat warung ini tidak pernah kehabisan pasokan ikan segar langsung dari tangan para nelayan setempat.
"Hasil laut jadi pilihan utama, hal itu dikarenakan di sepanjang pesisir pantai Utara Tuban banyak nelayan, sehingga untuk bahan olahan selalu ada," tambah Yanti sembari menyiapkan pesanan pelanggan.
Meski menyajikan kualitas rasa kelas atas, Mbak Yanti tetap mempertahankan konsep harga kaki lima. Tak heran jika warungnya selalu ramai dikerumuni pecinta kuliner pedas, khususnya para sopir truk dan pelancong yang sedang menempuh perjalanan jauh membelah jalur Pantura Tuban.
"Sebelumnya saya ikut membantu ibu sejak kelas 2 SD, resep warisan turun-temurun itu membuat cita rasa khas di lidah pecinta mangut," kenang Yanti tentang rahasia kelezatan masakannya yang abadi.
Sentuhan resep warisan sang ibu memang terbukti ampuh. Perpaduan sempurna antara kehangatan rempah-rempah pilihan, sengatan cabai lokal yang berani, dan gurihnya santan kental menciptakan harmoni rasa pedas yang tidak hanya membakar lidah, tetapi juga bikin nagih sejak suapan pertama.
Bagi Anda yang sedang melintasi Tuban, singgah di warung Mbak Yanti adalah sebuah kewajiban kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Editor : SRTVRedaksi