BLITAR, SRTV.CO.ID – Suasana malam Kota Blitar berubah menjadi lautan cahaya warna-warni yang memesona. Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, tradisi tahunan kembali digelar penuh semangat.
Sebagai pembuka rangkaian peringatan, Pemerintah Kota Blitar menggelar kirab Bedhol Pusaka dan pawai lentera atau lampion yang meriah, berlangsung pada Minggu malam (31/5/2026).
Pawai lampion ini menjadi daya tarik utama sekaligus penanda dimulainya serangkaian acara Grebeg Pancasila.
Ribuan peserta yang berasal dari berbagai elemen, mulai lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tampak berbaris membawa lampion buatan tangan.
Keindahan tampilan lampion semakin memukau karena dihiasi berbagai ornamen bernilai filosofis tinggi, mulai dari bentuk Burung Garuda, lambang kelima sila Pancasila, hingga ragam hias budaya lokal.
"Pawai lampion menjadi daya tarik. Ini karena para peserta dari sejumlah lembaga pendidikan hingga organisasi perangkat daerah mengusung lampion atau lampu warna-warni dengan berbagai ornamen, mulai ornamen burung Garuda, lambang-lambang Pancasila dan lain sebagainya," ungkap penyelenggara.
Arak-arakan indah ini memulai langkahnya dari titik kumpul di depan Istana Gebang atau Jalan Sultan Agung.
Antusiasme warga luar biasa tinggi; ribuan penduduk tumpah ruah memenuhi bahu jalan sepanjang rute yang dilalui.
Rombongan berjalan perlahan menempuh jarak sekitar 1 kilometer, sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan di Jalan Merdeka, tepat di depan halaman Kantor Wali Kota Blitar.
Terlihat jelas keikutsertaan aktif Tim Sekretariat DPRD Kota Blitar yang berbaris gagah membawa kreasi lampion andalan mereka.
Kehadiran legislatif daerah ini menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi dan nilai luhur bangsa. Sekretaris DPRD Kota Blitar.
Edy Wasono, menjelaskan bahwa keterlibatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.
"Setiap tahun Sekretariat DPRD Kota Blitar ikut serta mensukseskan acara, mulai pembuatan lampion hingga pelaksanaan upacara pada Senin tepat pada 1 Juni," ujar Edy Wasono saat ditemui usai acara, Senin (1/6/2026).
Rangkaian acara Grebeg Pancasila di Kota Blitar memang memiliki urutan dan makna sakral tersendiri. Diawali pawai lampion yang penuh warna, kemudian dilanjutkan dengan prosesi Bedhol Pusaka, dan ditutup dengan seni pertunjukan Macapatan.
Prosesi Bedhol Pusaka sendiri merupakan kirab pengambilan dan pengangkutan lambang-lambang Pancasila yang diiringi para penggawa, sebelum dibawa dan disemayamkan sementara di Balai Kota.
Puncak dari seluruh perayaan baru akan digelar hari ini, Senin (1/6/2026), bertepatan dengan hari kelahiran ideologi bangsa. Agenda utama meliputi upacara peringatan, yang kemudian diteruskan dengan kirab gunungan.
Terdapat lima gunungan besar yang dikirabkan, di mana masing-masing bentuk melambangkan sila dalam Pancasila. Arak-arakan gunungan ini akan bergerak dari Alun-Alun Kota Blitar menuju halaman kompleks Makam Bung Karno di Jalan Ir. Soekarno.
Edy Wasono menegaskan, seluruh rangkaian acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk terus menanamkan kembali nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.
"Dengan Grebeg Pancasila ini setidaknya meneguhkan kembali Pancasila sebagai pemersatu bangsa," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi