Terjebak Air Pasang dan Tebing Curam di Pantai Padang-Padang, Dua WNA Rusia Berhasil Dievakuasi SAR Gabungan 

Tim SAR gabungan lakukan evakuasi vertikal dua turis Rusia terjebak di tebing Padang-Padang akibat air pasang (Dok. SAR Denpasar)
Tim SAR gabungan lakukan evakuasi vertikal dua turis Rusia terjebak di tebing Padang-Padang akibat air pasang (Dok. SAR Denpasar)

BADUNG, SRTV.CO.ID – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia sempat mengalami situasi menegangkan setelah terjebak air laut pasang di kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. 

Beruntung, berkat kesigapan Tim SAR gabungan, kedua turis tersebut berhasil diselamatkan dari ancaman bahaya pada Minggu (31/5/2026) dini hari.

"Mempertimbangkan keselamatan tim dan keselamatan korban, sekitar pukul dua dini hari kita evakuasi dalam keadaan selamat," ungkap Wahyu, selaku Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Kedua korban, yakni Shumskikh Ariadna Anatolievna seorang laki laki berusia 22 tahun, dan Kristia Kirill Eduardovich perempuan usia 23 tahun, awalnya sedang asyik menyusuri sepanjang Pantai Padang-Padang. 

"Mereka tidak menyadari bahwa kondisi air laut perlahan mulai pasang. Semakin malam, debit air bertambah tinggi hingga menutup total jalur kembali, membuat keduanya terisolasi di area tebing." Terang Wahyu

Laporan insiden ini baru diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 21.20 WITA dari seorang pelapor bernama Wedi. 

"Menindaklanjuti laporan, tujuh personel rescue langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 22.05 WITA untuk segera melakukan penyisiran berdasarkan titik koordinat korban." Tuturnya.

Meskipun lokasi korban berhasil terdeteksi satu jam kemudian, proses evakuasi sempat berjalan alot. Medan berupa tebing yang curam dan tajam, ditambah dengan minimnya penerangan malam hari, menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan. 

"Terpantau korban berada di lokasi yang aman jauh dari jangkauan air laut dan masih bisa berkomunikasi," jelas Wahyu

Sambil menunggu air laut surut yang diprediksi BMKG terjadi pada pukul 03.00 WITA, Tim SAR terus memantau kondisi korban secara intensif.

"Kami terus mencari celah aman. Langkah berani akhirnya diambil dengan menggunakan teknik evakuasi vertikal (high angle rescue technique)." Urai Wahyu.

Satu personel diturunkan menggunakan tali ke titik korban, lalu mengerek kedua WNA tersebut naik ke atas tebing satu per satu.

"Keberhasilan operasi kemanusiaan ini tidak lepas dari sinergi solid unsur gabungan di lapangan." Tandasnya 

Operasi SAR tersebut melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polresta Denpasar, Balawista, serta dibantu oleh rekan korban dan masyarakat setempat.

Editor : SRTVRedaksi