Keluhan Mabar Mobile Legend di Sekolah, Begini Jawaban Cerdas Kang Marhaen Tanggapi Wali Murid SMPN 2 Nganjuk

Suasana dialog HUT SMPN 2 Nganjuk, Kang Marhaen berikan pandangan bijak soal gim daring, seimbangkan kreativitas dan disiplin di era digital. (TL, SRTV)
Suasana dialog HUT SMPN 2 Nganjuk, Kang Marhaen berikan pandangan bijak soal gim daring, seimbangkan kreativitas dan disiplin di era digital. (TL, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMPN 2 Nganjuk tahun 2026 menjadi ajang dialog terbuka yang menarik antara wali murid dan Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. 

Dalam acara yang viral di akun tiktok kang.marhaen tersebut, seorang orang tua siswa secara blak-blakan mengeluhkan kebiasaan anak-anak zaman sekarang yang gemar bermain game Mobile Legends. 

Keluhan ini dipicu oleh adanya kegiatan main bareng (mabar) hingga perlombaan antar-siswa yang digelar di lingkungan sekolah.

"Era saat ini anak-anak tidak boleh dipaksa hanya belajar tanpa diberi waktu untuk bermain," tutur Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk, saat memberikan tanggapan cerdas yang menyejukkan suasana.

Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini tidak serta-merta melarang hobi digital para siswa. Menurutnya, pendekatan di era digitalisasi harus dilakukan dengan bijak tanpa harus mematikan kreativitas anak. 

Langkah utamanya adalah dengan memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan potensi yang tidak bisa disamaratakan.

"Kecerdasan setiap anak dan daya tangkap anak berbeda-beda. Sudah seharusnya orang tua lebih memahami," lanjut Kang Marhaen menekankan pentingnya empati orang tua terhadap proses tumbuh kembang anak.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menjelaskan bahwa dunia teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Anak-anak masa kini tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga harus adaptif terhadap teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Mengarahkan hobi digital ke arah yang kompetitif dan terstruktur bisa menjadi salah satu cara mengenalkan teknologi secara positif.

"Di era digital selain belajar, anak harus kreatif dalam hal positif, mengenal perkembangan teknologi baik itu AI atau perkembangan lain," tambahnya di hadapan para wali murid dan guru yang hadir.

Kang Marhaen mengingatkan bahwa kunci utama mendidik anak zaman sekarang adalah keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin. Mengetahui kapan harus memberikan kelonggaran dan kapan harus bersikap disiplin akan membentuk mental anak yang kuat namun tetap inovatif.

"Dengan memahami karakter anak, tentu akan membentuk karakter anak yang kreatif tanpa menghilangkan ketegasan. Memanjakan anak sesekali boleh, tapi tegas itu harus," pungkasnya secara lugas.

Editor : SRTVRedaksi