Dugaan Keracunan Menu MBG di Jember, Operasional Dapur SPPG Kaliwates Direkomendasikan Disetop

Anggota Satgas MBG Pemkab Jember Indra Tri Purnomo (Abdus Syakur)
Anggota Satgas MBG Pemkab Jember Indra Tri Purnomo (Abdus Syakur)

JEMBER, SRTV.CO.ID - Sebanyak 18 siswa PAUD dan TK di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa itu kini ditangani lintas instansi.

Satgas MBG Kabupaten Jember langsung melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG Kaliwates Al Mubarok, Jalan Teratai, Kamis (21/5/2026). Sidak dilakukan bersama Satgas tingkat kecamatan.

Ketua Harian Satgas MBG Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan pihaknya turun langsung menindaklanjuti dugaan keracunan tersebut.

“Kami dari Satgas MBG Kabupaten Jember turun langsung terkait peristiwa keracunan di SPPG Tiga Kaliwates,” ujar Indra.

Dari hasil peninjauan awal, Satgas menemukan sejumlah aspek dapur belum memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Temuan itu menjadi perhatian utama tim pemeriksa.

“Untuk standarisasi dapur memang masih kurang dari yang diharapkan oleh BGN,” katanya.

Satgas memastikan sampel makanan sudah diamankan oleh Dinas Kesehatan dan BPOM untuk kepentingan uji laboratorium. Hasil pemeriksaan masih ditunggu.

“Ada dua jenis makanan ayam suwir. Yang satu bermasalah, yang satunya tidak ada masalah,” ucapnya.

Menurut Indra, menu yang diduga memicu keracunan dikonsumsi siswa PAUD dan TK. Sementara distribusi makanan untuk jenjang SMP disebut tidak ditemukan keluhan.

Satgas MBG merekomendasikan operasional dapur SPPG dihentikan sementara sambil menunggu hasil laboratorium keluar. Namun keputusan akhir berada di tangan BGN.

“Kami hanya merekomendasikan suspend. Kewenangan penutupan atau tindak lanjut sepenuhnya ada di BGN,” tegasnya.

Indra menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan, BPOM, hingga tim pengawas akan disatukan dalam laporan resmi kepada BGN.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh SPPG di Jember agar standar kebersihan, bangunan, hingga instalasi pengolahan limbah benar-benar diperhatikan.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Semua standar kualitas dan kebersihan harus dipenuhi,” tandasnya.

Editor : SRTVRedaksi