srtvIndeks

Hujan Lebat Picu Longsor di Ngetos, Camat Nuri : “Bantuan Perbaikan Rumah Segera Diajukan”

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngetos pada Senin (16/3/2026) memicu tanah longsor di Dukuh Burikan, Desa Kepel Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.10 WIB ini menimpa bagian belakang rumah warga Bapak Samsun, di mana tebing setinggi 3 meter runtuh akibat tanah jenuh air, membawa material tanah dan rumpun bambu yang menjebol tembok dapur.

“Kemarin sore dimulai hujan deras, tiap desa di kecamatan kami pantau lewat grup Tanggap Bencana Ngetos. Ini sudah menjadi aktivitas rutin kami jika terjadi hujan untuk memastikan keamanan warga,” ujar Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, saat memberikan keterangan pada Selasa (17/3/2026).

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kecamatan bergerak cepat melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan dampak bencana sejak laporan diterima. Kewaspadaan sudah ditingkatkan sejak hujan deras mulai turun pada siang hari, dengan memanfaatkan kanal komunikasi digital untuk memantau situasi secara real-time.

 

“Sampai ada laporan tadi malam, kami langsung terjunkan personil kecamatan untuk cek lokasi dan memastikan kondisi penghuni rumah,” jelasnya.

Pada pagi hari yang sama, Camat Ngetos bersama perangkat desa, BPBD, relawan Tagana, dan pendamping sosial melaksanakan kerja bakti massal untuk membersihkan material longsor yang masuk ke dalam rumah warga. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan langsung bagi keluarga yang terdampak.

“Tadi pagi kita adakan kerja bakti bersama. Untuk langkah selanjutnya, kita juga ajukan permohonan bantuan perbaikan rumah kepada Bapak Bupati melalui Dinas PRPKPP,” pungkas Nuri.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, BPBD Nganjuk dan Pemerintah Kecamatan Ngetos mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau potensi pohon tumbang, terutama saat hujan intens tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Reporter : Inna Dewi Fatimah

Editor      : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version