srtvIndeks

Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur hingga Hamil, Lansia di Nganjuk Dibawa ke Pihak Berwajib

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Seorang lansia berusia 70 tahun di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, diduga mencabuli anak di bawah umur yang berusia 16 tahun hingga menyebabkan korban hamil. Keduanya merupakan tetangga yang tinggal berjarak sekitar 50 meter di salah satu desa di wilayah kecamatan tersebut, dan kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut.

“(Korban) akhirnya dibawa ke bidan desa untuk diperiksa dan dinyatakan hamil. Usia kandungannya sekitar 6-7 bulan,” ujar seorang narasumber dari desa tempat tinggal korban dan terduga pelaku, Selasa (31/3/2026).

Kasus ini terbongkar setelah tetangga dan kedua orangtua korban curiga melihat kondisi perut korban yang membesar. Korban yang saat ini berstatus putus sekolah dan belum tamat SMP berasal dari keluarga tidak mampu, serta sejak kecil sudah akrab dengan terduga pelaku karena kedekatan rumah dan sering diajak berpergian.

“Dia dari keluarga tidak mampu. Sejak kecil memang sudah kenal baik dengan terduga pelaku, sering diajak ke mana-mana. Kenal baik karena jarak rumahnya dekat sekitar 50 meter,” tambah sumber tersebut.

Kepada bidan desa, korban mengaku telah disetubuhi oleh terduga pelaku hingga menyebabkan kehamilan. Namun demikian, detail mengenai lokasi persetubuhan belum dapat diketahui saat ini. Kasus pertama kali dibawa ke kantor desa pada Senin sore (30/3/2026), dimana terduga pelaku juga didatangkan namun membantah semua tuduhan.

“Terduga pelaku Nggak mengakui kalau dia yang menghamili,” ungkap sumber tersebut.

Puncaknya, pada malam hari yang sama kasus ini dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk. Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, membenarkan adanya laporan yang disampaikan langsung oleh ayah korban.

“Laporan diterima pada pukul 23.30 WIB di SPKT Polres Nganjuk. Pelapor bapak korban. Saat ini masih proses pendalaman penanganannya,” ujar Fajar saat dikonfirmasi media

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi 

Editor       : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version