NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kondisi alam yang mengkhawatirkan terjadi di kawasan lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Salam Judeg, Kecamatan Ngetos. Sebuah retakan tanah memanjang sejauh 30 meter dengan kedalaman yang bervariasi ditemukan di lokasi tersebut, hal ini memicu keprihatinan berbagai pihak dan mengancam keselamatan warga setempat.
“Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, Forpimcam Ngetos, Perhutani, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur masyarakat kemarin langsung turun tangan melakukan pengecekan langsung ke sumber retakan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk, Sutomo, Senin (6/4/2026)
Retakan tanah yang terjadi di area atas makam Argojali ini memiliki panjang mencapai 30 meter dengan kedalaman yang bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 3 meter. Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena berpotensi terjadi pergerakan tanah atau longsor sewaktu-waktu.
Khususnya setelah melewati masa kemarau panjang yang kemudian disusul dengan curah hujan yang cukup tinggi, struktur tanah menjadi tidak stabil dan mudah bergerak. Hal ini menjadi pemicu utama terjadinya retakan dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya.
“Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar retakan maupun di bawah dataran retakan diminta untuk sangat waspada, bahkan jika perlu melakukan pemindahan tempat tinggal sementara demi keselamatan,” jelas Kuswanto, salah satu petugas yang menangani kasus ini.
Tim gabungan saat ini terus memantau perkembangan kondisi tanah di lokasi tersebut. Berbagai upaya mitigasi dilakukan untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi, mengingat dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan jiwa dan harta benda warga.
Reporter ; Boniman
Editor : Tim Redaksi SRTV
