Dari Lapangan Tarkam ke Tanah Suci, Penyiar Sepak Bola Jember Berangkat Haji

Reporter : Abdus Syakur
Sosok Muhammad Hamid penyiar tarkam Jember. (Syakur).

 

JEMBER, SRTV.CO.ID - Nama Mohammad Hamid sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola tarkam di Jember. Suara khasnya kerap terdengar memeriahkan pertandingan antar kampung.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian Dua Saudara Hilang di Payangan Belum Membuahkan Hasil

Pria asal Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung itu dikenal penuh semangat saat memandu jalannya laga. Gaya bicaranya sering mengundang tawa penonton di pinggir lapangan.

Tak sedikit pemain dibuat bersemangat oleh teriakan Hamid ketika pertandingan berlangsung. Kehadirannya bahkan menjadi hiburan tersendiri dalam kompetisi sepak bola desa.

Di balik profesinya sebagai penyiar tarkam, Hamid ternyata menyimpan impian besar. Ia ingin berangkat haji bersama sang istri dari hasil honor pertandingan.

Sejak 2012, honor yang diterimanya tidak langsung dihabiskan. Uang hasil siaran perlahan ditabung demi mewujudkan cita-cita menuju Tanah Suci.

Hamid mengaku pernah menerima bayaran Rp25 ribu sekali pertandingan. Meski nilainya kecil, ia tetap konsisten menyisihkan sebagian pendapatan.

Baca juga: Persid Jember Pesta Gol di Laga Perdana, Golden FC Merauke Tumbang 4-0

“Saya menabung sedikit demi sedikit sejak 2012 dari hasil siaran tarkam. Tidak menyangka akhirnya Allah memberi kesempatan berangkat haji,” ujar Hamid, Selasa (12/5).

Perjalanan Hamid sebagai penyiar tidak hanya di Jember. Ia juga sering diminta memandu pertandingan di Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang hingga Madura.

Ciri khas suara lantang dan jenggot putih membuat Hamid mudah dikenali penonton sepak bola tarkam di berbagai daerah.

Baca juga: Gus Fawait Sebut WTP Bukan Tujuan Akhir, Pemkab Jember Diminta Terus Tingkatkan Kinerja

Tahun 2026 menjadi momen yang paling dinantikan Hamid bersama istrinya. Keduanya tercatat sebagai calon jemaah haji asal Jember dalam kloter 97.

Pasangan tersebut dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 16 Mei 2026. Kebahagiaan itu disambut hangat keluarga dan rekan sesama pecinta sepak bola.

“Sepulang dari haji saya tetap menjadi penyiar tarkam. Dari lapangan sederhana itu rezeki datang dan mimpi kami bisa terwujud,” tuturnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru