Dari Palu dan Besi ke Baitullah, Tukang Pande Besi Nganjuk Naik Haji

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Rubianto Supeno di lokasi usaha pande besi miliknya, berkat ketekunan dia bersama istrinya yang akan berangkat haji

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kisah inspiratif datang dari seorang pengrajin alat pertanian di Kabupaten Nganjuk. Rubianto Supeno (60) bersama istrinya, Khiriyah Al Asmini (58), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Tanjunganom, dipastikan akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 20 Mei 2026 mendatang melalui Kloter 114.

"Niat menunaikan ibadah haji ini sebenarnya dari istri saya yang terus mendesak untuk segera berangkat. Awalnya saya ragu, dengan penghasilan yang pas-pasan, apakah mungkin bisa membayar biaya haji," ujar Rubianto Supeno, Calon Jamaah Haji asal Nganjuk.

Perjalanan Rubianto menuju tanah suci bukanlah jalan yang mudah. Selama puluhan tahun, tangan keriputnya tak lepas dari palu dan tempaan api untuk membuat sabit serta pisau. 

Awalnya ia hanya bekerja sebagai buruh pada seorang pengusaha pandai besi, berpindah-pindah tempat kerja demi mencari nafkah, hingga akhirnya memberanikan diri membuka usaha sendiri secara kecil-kecilan pada tahun 1995.

Finishing : Rubianto Supeno mengasah pisau di usaha pande besi miliknya, berkat ketekunan dia bersama istrinya yang akan berangkat haji

"Dari satu pisau besar, saya hanya mendapat hasil bersih Rp 5 ribu rupiah. Modal dan ongkos sekitar Rp 35 ribu, lalu dijual grosir Rp 40 ribu. Dulu pesanan bisa sampai 100 buah, sekarang memang agak sepi, tapi yang penting tetap bersyukur," tuturnya menceritakan detail usahanya.

Ketekunan dan keuletan itulah yang akhirnya membuahkan hasil. Berkat tabungan dari hasil ternak sapi dan penjualan sabit serta pisau yang ia kerjakan sendiri, pada tahun 2012 Rubianto akhirnya mendaftarkan diri dan istrinya. 

Meski sempat menolak karena merasa belum siap, desakan dan dukungan istri menjadi penguat tekadnya untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Kini, impian yang dibangun dari keringat dan besi itu akan segera terwujud. Kisah Rubianto membuktikan bahwa dengan niat yang kuat dan usaha yang jujur, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru