Waspada.! BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ada Fenomena El Nino Godzilla

Reporter : Mahbub Jamal
El Nino Godzilla itu anomali suhunya di atas dua derajat. Nah, untuk tahun ini masih di bawah 2 derajat, tertinggi 1,8 atau 1,9. Jadi intensitasnya masih lemah

SRTV.CO.ID, NGANJUK, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait pola cuaca tahun ini. Diprediksi, musim kemarau pada 2026 akan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino Godzilla

"Jadi memang untuk tahun 2026 itu diprediksikan musim kemarunya agak panjang karena datangnya dia lebih awal, kemudian juga dipengaruhi oleh adanya fenomena El Nino," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, saat ditemui Minggu (19/4/2026).

Berdasarkan analisis data, durasi kemarau tahun ini diperkirakan bertambah sekitar 20 hingga 30 hari atau setara dengan 2 hingga 3 dasarian dibanding tahun lalu. Kemarau diprediksi baru akan berakhir memasuki bulan November dan Desember, seiring dengan datangnya monsun Asia yang mulai mengundang awan hujan kembali.

"Jadi diprediksi memang lebih panjang tetapi hanya sekitar 2 hingga 3 dasarian. Nanti di bulan November, Desember ini pasti akan terpengaruh adanya monsun Asia. Walaupun itu nanti ada El Nino, hujan tetap akan turun, hanya saja intensitasnya akan berkurang," jelasnya.

Belakangan ini muncul istilah populer "El Nino Godzilla" yang menggambarkan kondisi kemarau yang sangat ekstrem. Namun secara teknis, BMKG menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan terminasi resmi, melainkan istilah yang pertama kali digunakan ahli klimatologi NASA untuk menggambarkan kekuatan El Nino pada tahun 2015 silam.

"Kalau dalam BMKG itu memang tidak mengenal istilah Godzilla. Istilah itu dulu diperkenalkan ahli klimatologi NASA untuk menggambarkan kuatnya intensitas El Nino tahun 2015," terang Setiyaris.

Lebih jauh dijelaskan, kondisi El Nino tahun 2026 ini intensitasnya masih tergolong lemah hingga moderat. Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik tercatat berada di angka 1,8 hingga 1,9 derajat celcius, masih di bawah ambang batas 2 derajat celcius yang menjadi ciri khas El Nino super kuat seperti tahun 2015.

"El Nino Godzilla itu anomali suhunya di atas dua derajat. Nah, untuk tahun ini masih di bawah 2 derajat, tertinggi 1,8 atau 1,9. Jadi intensitasnya masih lemah hingga moderate dengan peluang sekitar 60 hingga 80%," paparnya.

Meski tidak sekuat tahun 2015, masyarakat tetap diminta tidak lengah. Masyarakat diimbau untuk tidak panik berlebihan, namun segera melakukan persiapan dan langkah antisipasi agar dapat beradaptasi dengan kondisi cuaca yang akan berlangsung cukup panjang ini.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru