NGANJUK, SRTV.CO.ID – Wajah Kabupaten Nganjuk kini berubah drastis. Wilayah yang dulunya tidak dikenal sebagai basis industri, kini justru bertransformasi menjadi salah satu pusat industri baru yang paling diminati di Jawa Timur. Perkembangan pesat ini menjadi sorotan utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Dulu mungkin tidak banyak yang menganggap Nganjuk sebagai basis industri. Tapi hari ini, Nganjuk sudah menjadi salah satu yang paling diminati untuk pengembangan industri,” tegas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat menghadiri acara Kementerian Keuangan di PT Mitra Saruta Indonesia, Kamis (16/4/2026).
Menurut Emil, lonjakan minat investor ini didorong oleh berbagai faktor strategis. Salah satunya adalah peningkatan infrastruktur yang luar biasa, khususnya keberadaan Tol Trans-Jawa yang membuat konektivitas menjadi sangat lancar. Akses yang mudah ini menjadikan Nganjuk sangat efisien dari sisi logistik dan biaya operasional.
“Kalau tidak ada kawasan seperti Kabupaten Nganjuk, industri bisa saja pindah ke luar negeri seperti Vietnam atau Asia Selatan. Ini yang harus kita jaga bersama,” sambungnya menekankan pentingnya menjaga investasi tetap di dalam negeri.
Selain infrastruktur, faktor upah tenaga kerja yang kompetitif juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi sektor manufaktur dan industri padat karya. Emil menegaskan, pertumbuhan ini bukan sekadar perpindahan pabrik antar daerah, melainkan upaya strategis agar modal dan industri tidak lari ke negara lain.
Pemerintah daerah pun berkomitmen penuh menjaga iklim investasi tetap kondusif. Mulai dari kepastian tata ruang, perlindungan lahan pertanian, hingga pemberantasan pungli menjadi prioritas. Tak lupa, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi terus digalakkan agar siap bersaing.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, menyampaikan bahwa pintu daerah ini selalu terbuka lebar bagi para investor. Hal ini terbukti dari capaian luar biasa sepanjang tahun 2025 lalu, di mana nilai investasi yang berhasil masuk mencapai angka fantastis Rp 1,6 Triliun.
Editor : SRTVRedaksi