Edukasi Kesehatan Reproduksi, Jadi Kunci Lindungi Generasi Muda dari Kekerasan

Reporter : Etna Laila
dr. Widhi Nastiti Trihandy, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Nganjuk, saat menjadi narasumber di SMK PGRI 2 Nganjuk

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Salah satu fokus utama yang diangkat dalam Workshop Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan pada Remaja Tahun 2026 adalah pentingnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sebagai fondasi perlindungan diri.

"Remaja perlu dibekali pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi, termasuk bagaimana menjaga diri, memahami batasan tubuh, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang mengarah pada kekerasan," ujar dr. Widhi Nastiti Trihandy, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Nganjuk, saat menjadi narasumber di SMK PGRI 2 Nganjuk, Rabu (15/4/2026).

Menurut dr. Widhi, masih banyak remaja yang minim pengetahuan mengenai tubuhnya sendiri, batasan pribadi, serta risiko bahaya dalam pergaulan. Ketidaktahuan ini dinilai menjadi celah yang rentan dimanfaatkan, sehingga membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, hingga eksploitasi.

"Kesehatan reproduksi bukan hanya soal organ tubuh, tetapi juga tentang bagaimana remaja menghargai diri sendiri, menjaga martabat, dan membangun relasi yang sehat," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan edukasi harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, maupun sosial. 

"Komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua dan sekolah juga menjadi kunci penting dalam deteksi dini dan pencegahan." Jelasnya 

Dengan bekal ilmu yang tepat, diharapkan para remaja tidak hanya paham secara teori, tetapi juga berani bersikap tegas dalam melindungi diri serta lingkungannya dari segala bentuk tindakan yang tidak pantas dan merugikan.

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru