LPG Langka & Harga Melambung, Warga Jombang Kembali ke Tungku Kayu Bakar

Reporter : M. Faiz Rahman
Beralih ke Kayu Bakar : Warga Jombang memilih memasak menggunakan kayu bakar, setelah 10 hari terakhir tabung gas elpiji melon langka di pasaran

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Di tengah kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon dan harganya yang terus meroket, warga di Kabupaten Jombang, terpaksa beralih menggunakan cara tradisional. Mereka kembali menyalakan tungku jadul untuk memasak dengan kayu bakar, cara ini lebih irit dan menjadi solusi saat stok gas di pasaran makin sulit dicari.

"Sudah sekitar 10 harian ini kami kembali pakai kayu bakar. Soalnya cari gas 3 kilo di toko-toko makin sulit, dan harganya juga sudah tidak wajar," ungkap Hexa Budi Astuti, warga Desa Dukuh Arum, Kecamatan Megaluh, saat ditemui di dapurnya. Rabu (15/4/2026)

Kondisi ini memang memprihatinkan. Harga gas LPG 3 kg yang seharusnya dijual seharga Rp20.000 per tabung, kini di sejumlah toko kelontong melambung tinggi hingga Rp23.000, bahkan ada yang menjual sampai Rp25.000. 

Lonjakan harga dan ketersediaan yang seret ini membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, kebingungan.

"Kami sebenarnya tidak keberatan kalau harganya naik, asalkan barangnya ada dan mudah didapat. Soal ini kan kebutuhan pokok, supaya dapur tetap mengepul," tegas Astuti.

Langkah warga kembali ke kayu bakar ini menjadi bukti nyata betapa sulitnya akses masyarakat terhadap energi bersubsidi saat ini. Fenomena "tungku hidup" ini pun menjadi cerminan kegelisahan rakyat di tengah gejolak harga kebutuhan pokok yang belum kunjung membaik.

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru