Ironi MBG di Berbek : Menu Itu-itu Saja, Siswa Bosan dan Banyak yang Terbuang

srtv.co.id
Menu monoton : Minat siswa yang terus merosot membuat sisa makanan yang tidak disentuh bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar setiap harinya

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekolah di Kecamatan Berbek, justru kini menuai sorotan tajam. Alih-alih diminati, program ini mulai ditinggalkan siswa karena kualitas dan variasi menu yang dinilai jauh dari harapan.

“Dulu sempat ada kasus telur busuk, lalu diperbaiki dan anak-anak mulai suka. Tapi sekarang balik lagi, menunya itu-itu saja. Tahu, oseng-oseng, nasi. Kalau ada ayam pun cuma potongan kecil, paling sayap,” ungkap salah satu guru di SD Negeri Bendungrejo dengan nada kecewa, Senin (13/4/2026).

Kondisi ini berdampak nyata di lapangan. Minat siswa yang terus merosot membuat sisa makanan yang tidak disentuh bisa memenuhi setengah hingga satu kantong plastik besar setiap harinya. Ini menjadi ironi besar bagi program yang seharusnya menjamin asupan gizi anak.

“Petugas sampai kaget lihat sisa makanan masih utuh berserakan. Tapi memang tiap hari seperti itu, karena anak-anak tidak suka,” tambahnya.

Fakta memilukan ini bahkan sudah terdokumentasi dalam foto dan video. Keluhan serupa tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan juga muncul di sejumlah sekolah lain di wilayah Berbek. Bahkan, muncul keinginan kuat dari berbagai pihak untuk segera mengganti penyedia makanan yang dinilai lebih layak dan profesional.

Menanggapi polemik ini, Camat Berbek, Toni Susanto, mengaku baru mengetahui masalah tersebut dari media. Ia menyebut, selama ini tidak ada laporan resmi yang masuk dalam grup koordinasi bersama tim SPPG.

“Saya juga kaget, karena di grup tidak ada laporan. Selama ini fokus kami memang di kelompok 3B (ibu balita, menyusui, dan balita non-PAUD). Untuk jenjang sekolah, koordinasinya langsung dengan Koramil,” jelasnya.

Meski demikian, Toni berjanji akan segera mengambil langkah cepat. Ia akan melakukan klarifikasi mendalam kepada pihak SPPG Bendungrejo untuk mengungkap kondisi sebenarnya di lapangan dan mencari solusi terbaik

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala SPPG Bendungrejo, Yudik Khoirul Huda, hingga berita ini diunggah pada Selasa (14/4/2026) belum membuahkan hasil.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG di Nganjuk. Ketika kualitas makanan dipertanyakan dan minat siswa menurun drastis, tujuan utama program untuk mencetak generasi sehat dan kuat justru terancam gagal total

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru