Arumi Bachsin: Wanita Dominasi Medsos, Harus Bijak dan Waspada Informasi

srtv.co.id
Arumi Dardak : Perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen. Tren dominasi ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021, yakni 52,6%

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Peran perempuan di era digital semakin krusial dan strategis. Fakta terbaru menunjukkan bahwa kaum hawa mendominasi penggunaan internet dan media sosial, menjadikan mereka garda terdepan dalam penyaringan informasi serta benteng utama keluarga dari bahaya berita bohong atau hoaks. Hal ini menjadi fokus utama dalam seminar bertajuk "Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital" yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur. 

"Yang menarik, perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen. Tren dominasi ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021, yakni 52,6% pengguna Instagram adalah perempuan," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, saat menjadi pembicara utama, Jumat (10/4/2026). 

Data yang dipaparkan Arumi menunjukkan bahwa dari total penduduk Jawa Timur tahun 2025 sebanyak 42,35 juta jiwa, penetrasi pengguna internet mencapai 80,66 persen. Secara rinci, pengguna internet perempuan mencapai 78,57 persen, sedikit di bawah laki-laki, namun dalam hal aktifitas media sosial, perempuan jelas memegang kendali terbesar. 

"Jadi ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos sebelum disebarkan ya," tegasnya. 

Arumi juga menekankan pentingnya keamanan digital. Ia mengingatkan agar para ibu menghindari membagikan status secara real-time karena berpotensi membahayakan privasi dan keamanan keluarga. 

"Saya bila update status di medsos biasanya tidak real time. Ke Bromo pagi, tiba di rumah malam baru update status di FB," contoh Arumi. 

Sementara itu, Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, menegaskan bahwa wanita, khususnya para ibu, adalah panutan utama dalam keluarga. Oleh sebab itu, kemampuan membedakan informasi benar dan hoaks menjadi kewajiban mutlak. 

"Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Jadi wanita adalah garda terdepan dalam akses dan menyebarkan informasi untuk keluarga," jelasnya. 

Hal senada disampaikan Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, yang menyoroti tingginya kepercayaan keluarga terhadap informasi yang disampaikan para ibu.

Sementara itu, narasumber lain seperti Dr. Sri Untari dan Dr. Eko Pamuji menambahkan, selain pengawasan teknologi, doa dan sikap skeptis atau waspada sangat diperlukan layaknya "berjalan di hutan yang banyak binatang buas".

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru