NGANJUK, SRTV.CO.ID – Belasan tahun yang lalu, Ahmad Sarwani hanya seorang penghobi yang rela berbohong pada istri demi membeli ikan koi impiannya. Kini, dengan memanfaatkan koneksi yang dibangun selama menjalankan profesi wartawan serta jaringan komunitas penggemar ikan koi di seluruh Indonesia, pria yang tinggal di Perumnas Puri Mangundikaran Kota Nganjuk tersebut berhasil mengubah kesukaannya pada warna-warni ikan tersebut menjadi bisnis yang menjangkau pelanggan hingga luar pulau. “Dulu waktu masih menjadi penghobi beli harga 3 juta ya bilang ke istri tiga ratus ribu. Kalau jujur malah brabe,” katanya sambil tersenyum mengenang masa awal dirinya yang sangat gandrung pada ikan koi. Minggu (15/2/2026) Perjalanan bisnisnya tak pernah mulus. Pada tahap awal, ia pernah mengeluarkan biaya hingga Rp 10 juta, untuk membeli stok dari pemasok di Tulungagung, namun baru seminggu belum terjual sedikit pun, seluruh ikan sudah mati karena tidak mampu mengelola kondisi lingkungan dan kesehatan ikan dengan baik.
“Pernah habis ambil dari pemasok di Tulungagung sampai Rp10 juta, baru seminggu belum laku terjual ikan sudah mati,” ungkapnya menceritakan pasang surut yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya. Kini, usahanya sudah dikenal luas dan tidak hanya menjangkau pelanggan di dalam kota Nganjuk. Melalui koneksi dengan rekan wartawan di berbagai daerah serta kerja sama dengan penjual ikan koi lokal dan nasional, beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, bahkan daerah di luar pulau telah menjadi pangsa pasar yang stabil untuk produk ikan koi yang dia tawarkan. Sebagai ayah satu anak dan menjalankan profesi wartawan sehari-hari, bisnis ikan koi berperan sebagai pekerjaan sampingan yang memberikan penghasilan tambahan berharga. Meskipun tidak mau menyebutkan nominal pendapatan bulanan secara pasti, dia mengaku usaha ini cukup menguntungkan, salah satunya berkat dukungan dari koneksi yang terbentuk selama bertahun-tahun.
Editor. : Tim Redaksi SRTV
Editor : admin