srtv.co.id Nganjuk| Masuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk memetakan daerah-daerah yang berpotensi kekeringan atau krisis air bersih sebanyak 2 (dua) kecamatan yakni di Kecamatan Lengkong dan Jatikalen, pada Rabu (21/6/2023).
Hal itu dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk Drs. Abdul Wakid M.M., menjelaskan dari 2 kecamatan ini terdapat 7 desa yang berpotensi kekeringan diantaranya dari Kecamatan Lengkong, Desa Ngepung, Desa Prayungan, Desa Pinggir, Desa Sumbersono, dan Kecamatan Jatikalen, Desa Pule, Desa Pulowetan, Desa Dawuhan.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus
“Upaya dalam mengantisipasi musim kemarau, BPBD Nganjuk menyiapkan sarana dan prasarana seperti menyediakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni, 2 unit armada truk tangki, 11 tandon dengan kapasitas 2.200 dan 1.200 liter, 270 jurigen dengan kapasitas 25 liter, 10 kendaraan operasional roda 2,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempersiapkan sarana prasarana penunjang di beberapa desa antara lain, di Dusun Sendanggogor Desa Ngepung, Lengkong sebanyak 12 tandon dan 125 jurigen. Disusul Dusun Sumbergondang Desa Perning 2 unit tandon dan di Dusun Kedungringin Desa Pule 1 tandon.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
Langkah-langkah BPBD Nganjuk untuk menghimbau masyarakat yang berpotensi mengalami kekeringan dengan mengadakan monitoring, pemantauan dan assesment secara berkala di titik wilayah yang berpotensi krisis air bersih.
“Kita juga mengadakan sosialisasi akan pengelolaan sumber-sumber air sumur sawah dan mengadakan penanaman pohon untuk menyerap sumber air pada saat musim penghujan,” himbaunya.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
Reporter: Erlita
Editor : admin