srtv.co.id Nganjuk| Liquified Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram mengalami kelangkaan di Nganjuk sejak sepekan terakhir. Menanggapi itu, Pemerintah Kabupaten Nganjuk inspeksi mendadak di beberapa Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) wilayah Nganjuk.
Pada Kamis (8/6/2023), Sidak ini dilakukan di SPPBE PT Laju dan PT. Krakatau Pelita Gas.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus

Bupati Marhaen Djumadi menjelaskan, kelangkaan gas melon 3 kilogram ini disebabkan oleh respon panic buying masyarakat yang membeli gas perorang bisa sampai 2-3 tabung LPG.
"Masyarakat tolong jangan panik, kita komunikasikan dengan pertamina area Kediri untuk Kamis-Jum'at ini akan kita tambahkan kuota, sehingga jangan sampai aman untuk dirinya sendiri tetapi mengganggu tetangga dan masyarakat yang lain," ujarnya.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
Marhaen berharap ada tambahan kuota gas LPG untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk.
Amin Manajer SPPBE PT. LAJU mengatakan di SPPBE ini dalam satu hari bisa mengeluarkan gas 16-17 rit/truk yang satu rit-nya berjumlah 560 gas LPG.
"Untuk kelangkaan kalau dibilang langka boten, tetap pasti ada. Tetapi mungkin untuk yang 3 kg pengkonsumsian masyarakat lebih banyak," ungkap Amin.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
Reporter: Erlita
Editor : admin