Nganjuk, srtv.co.id – Fenomena banjir kekecewaan yang diwujudkan dengan memberi karangan bunga ‘turut berduka cita’ dengan berbagai kalimat terjadi di berbagai desa. Hal itu terjadi seusai pelaksanaan ujian pengisian perangkat, Kamis (6/5/2021) lalu.
Karangan bunga itu merupakan bentuk kekecewaan warga serta peserta calon perangkat yang kalah. Salah satu karangan bunga itu bisa dijumpai di Balai Desa Trayang Kecamatan Ngronggot, pengirimnya adalah warga dan peserta yang merasa dicurangi.
Baca juga: Tradisi Nyadran di Punden Ki Somo Drono Kaloran Masih Turun Temurun
Salah satu peserta seleksi perangkat Desa Trayang, Aldi mengatakan, ia bersama peserta yang lain kecewa dengan panitia. Mereka menduga ada yang tak beres dalam proses pengisian perangkat di desanya.
Dugaan itu mencuat setelah anak dari Kepala Desa Trayang yang turut mengikuti seleksi sebagai sekertaris desa dinyatakan lulus. Bahkan anak kades tersebut mendapatkan nilai yang rata, tinggi.
Baca juga: Pelantikan Perangkat Desa dengan Konsideran Perbup 11/2021 Dianggap Cacat Hukum
Menurut Aldi, para peserta yang tak lulus juga semakin kecewa. Sebab mereka tidak diberi akses klarifikasi atau sekedar bertanya ke panitia. Justru, kata Aldi, ketua panitai menyampaikan bahwa seluruh keputusan panitia bersifat mutlak.
Sebagai informasi, di Desa Trayang Kecamatan Ngronggot ada empat jabatan kosong di dalam pemerintahan desa. Salah satu jabatan yang kosong adalah posisi sekretaris desa.
Baca juga: Penyemprotan disinfektan NU Ranting Mojokendil Ngronggot untuk mencegah COVID-19
Editor: Hasan
Editor : admin