https://youtu.be/UZqGFZ7KE48
“Nah, ternyata dengan curah hujan yang tinggi ini otomatis (pondasi) yang bawah itu tergerus. Jadi nampaknya itu masih kokoh, tapi ternyata yang bawah itu yang sudah tergerus air,” tuturnya.
Nafhan mengatakan, debit air Sungai Kuncir memang tinggi belakangan kini. Hal itu salah satunya dikarenakan curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sawahan maupun Kecamatan Ngetos.
“Jadi tidak serta merta terjadi (hujan lebat) semalam tidak, ya sebelum-sebelumnya,” paparnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo mengatakan, rencananya pihaknya akan memasang jembatan bailey untuk sementara. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak yang memiliki bailey tersebut.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
“Jadi yang punya bailey Balai Besar sama Bina Marga Provinsi (Jawa Timur)… Insyaallah nanti kita akan mobilisasi itu dulu jembatan bailey,” ujar Gunawan.
Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, lanjut Gunawan, juga telah berkoordinasi dengan BPBD setempat. Rencananya BPBD akan mengajukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) ke BNPB.
“Karena ini kan darurat. Jadi ini tadi kami koordinasi dengan BPBD, insyaalhah nanti akan diajukan RR ke BNPB pusat,” sebutnya.
“Kalau (pemasangan) jembatan bailey insyaallah cepat. Jadi sekarang administrasinya kita penuhi , ini tadi kita secara by phone kita sudah hubungi sana, insyaalah ready jembatannya,” lanjut Gunawan.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
Sementara Kepala Desa Kweden, Ikhsanudin, berharap jemabatan yang roboh segera diperbaiki. “Mungkin sementara bisa (dibuatkan) jembatan sementara yang bisa dilalui atau diakses oleh warga masyarakat,” pintasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Kweden roboh pada Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Diduga penyebab jembatan roboh karena faktor usia dan pondasi jembatan yang tergerus arus Sungai Kuncir.
Editor: Hasan
Editor : admin