Nganjuk – Jembatan Kweden yang menjadi penghubung Desa Kweden Kecamatan Ngetos dengan Desa Salamrojo Kecamatan Berbek roboh pada Jumat (12/3/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Nganjuk, Aris menjelaskan, jembatan yang roboh ini merupakan jalur utama warga Kweden menuju ibu kota Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: 805 GTT - PTT Disdik Nganjuk Belum Masuk Dapodik, Harapan Jadi PPPK Pupus
Kini, warga Kweden terpaksa harus mengakses jalan alternatif apabila ingin bepergian.
“Jembatan ini (roboh) tadi malam, tengah malam,” kata Aris di sela-sela meninjau lokasi, Sabtu (13/3/2021).
Aris tak mengetahui secara pasti penyebab jembatan roboh, yang pasti wilayah Desa Kweden tidak diguyur hujan deras dan juga tidak terjadi luapan air di sungai setempat.
“Semalam nggak ada banjir,” tuturnya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Aris, kini petugas gabungan telah menutup jalan menuju jembatan.
“Ini sudah ditutup total, antara timur dan barat sudah ditutup total. Jadi nggak ada yang lewat,” sebutnya.
Baca juga: Memilukan di Nganjuk Ternyata ada 100 Pelajar Hamil Diluar Nikah
Jembatan Tua
Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Feri menjelaskan, penyebab jembatan roboh diduga karena faktor usia dan pondasi yang tergerus arus.
“Usia jembatan sudah tua dan erosi aliran sungai membuat pondasi tergerus,” ujar Feri.
Berdasarkan pengataman di lokasi, Jembatan Kweden yang roboh panjangnya sekitar 30 meter. Panjang badan jembatan yang putus kurang lebih 15 meter dengan lebar 4,5 meter.
Baca juga: Jelang Panen,Jangan Sampai Spekulan Permainkan Harga di Nganjuk
“Sementara masyarakat Dusun Jawuh, Dusun Tapan, Dusun Pandansili (Desa Kweden) terpaksa menggunakan jalur alternatif via Desa Kuncir Kecamatan Ngetos dan Desa Kebonagung Kecamatan Sawahan,” tandas Feri.
Editor: Hasan
Editor : admin