Puting Beliung Mengamuk di Kudu Jombang, Atap Puluhan Rumah dan Kios Warga Berterbangan

Reporter : Taufiqur Rachman
Tangkapan layar video, nampak kondisi atap rumah serta kios warga di Desa Katemas, Kudu, Jombang, yang berterbangan akibat angin puting beliung (TL/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Hujan deras yang disusul angin puting beliung selama 15 menit membuat atap puluhan rumah dan kios warga di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, berterbangan pada Rabu (28/10/2026) sore.

Menurut Rohman (42) warga desa setempat, menceritakan peristiwa itu bermula saat hujan deras turun sekitar 30 menitan dan tak lama berselang, angin puting beliung menerjang selama 15 menit. Akibatnya, puluhan rumah dan beberapa kios warga mengalami kerusakan pada bagian atap.

"Hujan deras sekitar 30 menitan terus bareng angin 15 menitan. Akibatnya, puluhan rumah dan beberapa kios warga banyak yang atapnya berterbangan," ujar Rohman saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026)

Selain merusak atap bangunan, angin puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon di jalan. Meski demikian, Rohman memastikan tidak ada warga yang terluka dalam kejadian tersebut.

"Sepengetahuanku, tidak ada yang luka cak Alhamdulillah selamat semua," imbuhnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan BPBD untuk menangani dampak kejadian. Hingga sore itu, pendataan jumlah rumah, kios, dan pohon yang tumbang masih terus dilakukan.

"Kalau untuk berapa jumlah pastinya rumah atau kios dan pohonnya yang roboh belum tahu, ini masih didata, kalau rumahnya sekitar puluhan," terangnya.

Puting beliung di Desa Katemas menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai di musim peralihan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menghimbau, warga tetap waspada dan segera melapor jika menemukan kerusakan akibat angin kencang.

Wiku menyebut kondisi cuaca saat ini masih berada dalam periode kemarau berdasarkan informasi yang tersedia, sementara kepastian mengenai peralihan menuju musim hujan masih menunggu rilis resmi.

"Kita masih menunggu rilis resmi dari BMKG. Ini sementara masih posisi kemarau," terangnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru