SURABAYA, SRTV.CO.ID — Suasana haru dan ketidakpastian masih menyelimuti Pos Pelayanan Basarnas Tanjung Perak pascatenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Di tengah masa pencarian dan identifikasi korban, tim medis dari Universitas Airlangga melalui Garda Ksatria Airlangga turun langsung memberikan pendampingan psikologis guna menguatkan mental para keluarga korban.
"Pendampingan tidak dilakukan dengan pendekatan yang kaku. Tim lebih banyak mengajak keluarga berbicara, mendengarkan cerita mereka, serta memberi ruang untuk mengungkapkan perasaan," ujar Dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis UNAIR, dr Winson Chuanardi. Senin (5/10/2026)
Berbagai respons emosional ditunjukkan oleh para keluarga yang setia menanti kabar di pelabuhan. Sebagian mengungkapkan kesedihannya dengan bercucuran air mata, sementara sebagian lainnya memilih bungkam karena syok dan belum mampu mengekspresikan rasa duka yang mendalam.
"Kondisi seperti itu merupakan respons yang wajar ketika seseorang menghadapi peristiwa traumatis, terlebih ketika nasib anggota keluarganya belum diketahui secara pasti," kata dr Winson Chuanardi.
Proses penantian ini terasa amat berat bagi keluarga karena mereka harus berpacu antara harapan dan kenyataan terburuk.
Selain menunggu proses identifikasi melalui pengambilan sampel DNA, mereka juga dituntut siap secara mental menerima hasil pencarian tim SAR gabungan.
"Dampak psikologis dari peristiwa seperti ini tidak selalu berhenti ketika proses pencarian berakhir. Kesedihan, kecemasan, rasa kaget, hingga sulit menerima kenyataan dapat tetap muncul setelah keluarga mendapatkan kepastian," jelas dr Winson Chuanardi.
Pendampingan mental ini diharapkan mampu mengurangi beban trauma yang dirasakan keluarga selama berada di posko. Dukungan dari lingkungan sekitar serta ruang untuk mengekspresikan duka menjadi kunci utama pemulihan kondisi emosional para korban.
"Pendampingan psikologis diperlukan terutama ketika tekanan yang dirasakan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari dan seseorang kesulitan menghadapi kondisi tersebut dalam waktu yang cukup lama," tutur dr Winson Chuanardi.
Editor : SRTVRedaksi