Sensasi Petis Resep Leluhur, Warung Rujak Pinggir Kali Mbak Wati Jombang Laris Manis Diburu Pemburu Kuliner

Reporter : Taufiqur Rachman
Mbak Wati (48) menunjukkan porsi rujak dengan racikan petis khas resep turun-temurun di warung sederhananya di Dusun/Desa Krembangan, Gudo, Jombang (Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Aroma gurih dan khas dari racikan petis legendaris langsung menyambut setiap pengunjung yang melangkah menuju kedai sederhana di pinggir kali Dusun Krembangan, Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Warung kecil milik Marwati ini mendadak jadi buah bibir sekaligus magnet kuliner tradisional bagi warga lokal hingga luar daerah yang rela menempuh perjalanan jauh demi sepiring rujak berbalut resep keluarga yang tak lekang oleh waktu.

"Petisnya yang khas turun temurun dari keluarga," ujar perempuan berusia 48 tahun yang akrab disapa Mbak Wati ini saat ditemui di kedainya, Senin (5/10/2026).

Meniti usaha sejak lima tahun silam, Mbak Wati berhasil membuktikan bahwa sajian berkelas tidak harus lahir dari restoran mewah.

Rahasia utama kekuatan rasa rujaknya terletak pada bumbu petis racikan leluhur yang terus dipertahankan keaslian rasanya tanpa sedikit pun mengubah resep bawaan keluarga.

"Harga ramah dikantong, pelanggan bisa pesan Rujak atau Gado-gado disini cuman seharga 10ribu saja," imbuhnya seraya meracik bumbu di atas cobek.

Kelezatan rujak Mbak Wati makin lengkap dengan banderol harga yang sangat bersahabat. Porsi rujak biasa dihargai Rp8 ribu, sementara untuk rujak spesial serta gado-gado porsi mantap cukup ditebus dengan nominal Rp10 ribu saja.

"Sehari bisa sampai 15–20 porsi sampai jam tiga sore. Kalau momen lebaran bisa sampai 55 porsi dan buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga jam sembilan malam," terangnya merinci dinamika usahanya.

Kepulan asap racikan sajian di warung pinggir kali ini tak pernah benar-benar padam hingga malam menjelang. Saat matahari terbenam, kedai Mbak Wati bertransformasi menyajikan ragam menu pendamping khas pedesaan mulai dari lontong sayur, lontong kecap, hingga aneka lauk tradisional.

"Kalau malam ada gorengan, botok udang, serta botok tahu tempe. Menu tradisional ini biasanya jadi daya tarik pelanggan kalau malam ngopi dan ingin menikmati sajian khas pedesaan," jelas Mbak Wati.

Daya pikat rujak petis resep leluhur ini terbukti ampuh melintasi batas wilayah. Banyak pemburu kuliner dari kabupaten tetangga seperti Kediri dan Nganjuk yang sengaja datang jauh-jauh hanya demi memuaskan rasa penasaran dan kerinduan akan cita rasa otentik.

"Harga di sini terjangkau, meskipun jauh saya ke sini. Tadi ke sini pesan rujak spesial rasanya enak dan petisnya khas enak rasanya," pungkas Fauziah, salah satu pelanggan setia asal Kediri yang mengaku tak pernah bosan kembali.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru