NGANJUK, SRTV.CO.ID - Suasana duka menyelimuti kediaman Sri Wahyuni (35) di Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Ibu dua anak ini dilanda rasa cemas yang mendalam saat menanti kepastian kabar sang suami, Warmin (35), yang menjadi salah satu korban hilang dalam tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
"Sambang ke sini terus kembali lagi ke sana bawa sayur sama apa gitu. Dari rumah hari Sabtu. Jumat malam sampai rumah. Sabtu berangkat," ungkap Yuni sembari mengusap air mata yang menetes di pipinya. Selasa (22/9/2026)
Pasangan suami istri ini sejatinya telah enam tahun merantau ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tempat Warmin bekerja sebagai sopir perusahaan logistik.
Kerinduan yang mendalam pada kampung halaman membawa mereka pulang ke Nganjuk pada Jumat (11/9/2026).
Namun, kepulangan singkat itu berujung duka ketika Warmin memutuskan bertolak kembali ke Borneo sehari kemudian untuk mengurus usaha barunya.
"Terakhir sebelum mau jalan kapalnya. Bilang kalau nanti enggak ada sinyal kan kalau kapalnya berangkat. Cuman itu aja, enggak ada firasat apa-apa," kenang Yuni mengenai pesan terakhir sang suami sebelum kapal bertolak dari Surabaya.
Nahas, kapal yang ditumpangi Warmin diterpa cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Masalembu pada Minggu (13/9/2026) dini hari hingga akhirnya terbalik.
Sampai saat ini, proses pencarian oleh pihak berwenang masih terus dilakukan untuk menemukan para korban yang belum teridentifikasi keberadaannya.
"Sampai saat ini belum mendapat informasi apapun. Saya yakin masih selamat. Semoga bisa cepat ketemu," tutur Yuni merapal doa dan harapan di tengah ketidakpastian.
Editor : SRTVRedaksi