Kejurprov Arung Jeram Jatim 2026 Di Jombang, 28 Tim Unjuk Gigi di Dam Turipinggir Megaluh

Reporter : Taufiqur Rachman
Atlet Arung Jeram saat bersaksi saluran air DAM Turipinggir, Kecamatan Megaluh (Ist/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Federasi Arung Jeram Indonesia Jawa Timur bersama FAJI Kabupaten Jombang menggelar Kejuaraan Provinsi Arung Jeram Jatim 2026 sekaligus Pekan Olahraga Kabupaten Arung Jeram Jombang 2026.

Ajang ini berlangsung di saluran air DAM Turipinggir, Kecamatan Megaluh, dan diikuti 28 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur, Selasa (8/9/2026) kemarin.

Kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan menuju Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang dijadwalkan berlangsung September 2026 di Denpasar, Bali. Selain FAJI Jatim dan FAJI Jombang, acara mendapat dukungan dari Pemkab Jombang melalui Disporapar, KONI Jombang, serta jajaran muspida dan muspika.

Menurut Ketua Umum FAJI Kabupaten Jombang, Abdul Khomar, mengatakan ajang ini menjadi wadah pengembangan bakat atlet muda pada olahraga arung jeram atau rafting.

"Alhamdulillah, momentum Kejurprov ini menjadi ajang pembinaan mental atlet Jombang. Semoga ke depan semakin baik dan kami berharap bisa meraih medali di Porprov 2027," ucap Komar sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (9/9/2026).

Selama empat hari (3–6 September 2026), sebanyak 28 tim dari berbagai daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Probolinggo, Lumajang, Gresik, Kota Batu, Malang, Tuban, Blitar, dan tentu saja Jombang, berkompetisi dalam empat nomor perlombaan yakni, Sprint, Head to Head, Slalom, dan Down River Race.

Jombang menurunkan enam tim, masing-masing tiga tim putra dan tiga tim putri dalam kategori U-19, U-23, dan Open. Hasilnya memang belum memuaskan karena keterbatasan sarana dan prasarana serta intensitas latihan yang minim.

Para atlet Juara foto bersama FAJI Jatim dan FAJI Jombang. (ist/SRTV)

"Tim daerah lain aktif latihan setiap hari dengan sarana yang memadai. Sedangkan tim Jombang latihan seminggu sekali dan belum memiliki perahu sendiri," ungkapnya.

Komar tetap optimis. Ia menilai Kejurprov dan Porkab ini memberikan pengalaman berharga bagi atlet muda Jombang untuk bertanding melawan tim-tim yang lebih siap.

"Meski belum berhasil membawa pulang prestasi dari Kejurprov, para atlet mendapatkan pengalaman bertanding melawan tim-tim yang lebih siap," terangnya.

Kolaborasi dengan FAJI Jatim dilakukan karena FAJI Jombang masih memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya manusia, termasuk wasit, juri, perahu, kun, dan pembatas lintasan.

"Kolaborasi ini dilakukan karena sarana dan SDM wasit juri FAJI Jombang belum memiliki. Termasuk fasilitas lomba, perahu, kun, dan batas lintasan. Jadi intinya FAJI Jombang numpang dalam bentuk Porkab," pungkasnya.

Ke depan, Komar berharap dukungan untuk olahraga arung jeram bisa ditingkatkan, mengingat kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menggabungkan konsep sport tourism dengan seni budaya.

"Termasuk nantinya olahraga ini bisa masuk kearifan lokal, dan promosi pariwisata," tutupnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru