Greg Barton Akademisi Australia Sebut NU Berada Di Persimpangan dan Jangan Terjerat Politik Praktis

Reporter : Taufiqur Rachman
Greg Barton, Akademisi asal Australia penulis buku Biografi Gus Dur, usai acara Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU 2026 di kawasan Pondok Pesantren Seblak, Desa Kwaron, Diwek, Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Akademisi Australia sekaligus pengamat Nahdlatul Ulama, Greg Barton, menyebut NU tengah berada pada fase penting dalam menentukan arah organisasi, di tengah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, hal itu dikatakan setelah menghadiri Mubes Warga NU 2026 di Pondok Pesantren Seblak, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Jumat (28/8/2026).

"NU, ya sama dengan Negara Republik Indonesia, seolah selalu menghadapi pilihan, selalu menghadapi persimpangan jalan. Ini memang salah satu saat ketika NU menghadapi pilihan," ucap Greg kepada awak media di acara Mubes Warga NU 2026.

Penulis buku Biografi Gus Dur ini mengingatkan agar NU tidak terlalu larut dalam kepentingan politik praktis maupun partai politik. Menurutnya, NU harus kembali pada khittah dan visi awal organisasi, terutama dalam menjalankan peran kemanusiaan.

"Harapan saya jelas, bahwa akan memilih untuk fokus pada khittah yang asli, fokus pada visi yang asli," jelasnya.

Greg menilai NU memiliki peluang mengambil arah lebih progresif dengan memperkuat peran generasi muda dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan seperti perubahan iklim, teknologi, AI, hingga persoalan ekonomi.

"Saya berharap NU tetap berpegang pada khittah dan gagasan kemanusiaan ala Gus Dur," imbuhnya.

Selain itu juga ia mengapresiasi pelaksanaan Muktamar dan kehadiran Presiden Prabowo. Menurutnya, respons Presiden menunjukkan dukungan terhadap NU dan pentingnya organisasi masyarakat Islam dalam demokrasi Indonesia. 

Namun, dirinya menyoroti keterlibatan perempuan dan penggunaan bahasa Arab dalam pembukaan Muktamar yang dinilai kurang memperhatikan keberagaman peserta. "Pada umumnya sangat-sangat positif," pungkas Greg.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru