Ditinggal Cari Pakan, Diang Sapi Picu Kebakaran Kandang di Pace hingga Rugi Jutaan Rupiah

Reporter : Hariadi Suwandito
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk melokalisir dan memadamkan kobaran api di Dusun/ Desa Bodor, Pace (ist/Dito/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Musibah kebakaran melanda sebuah bangunan kandang ternak milik Edi Waluyo (46), warga Dusun Bodor, RT 008 / RW 003, Desa Bodor, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (27/7/2026)

Api diduga kuat berasal dari sisa pembakaran perapian pakan ternak (diang) yang dikira telah padam, namun kembali menyala akibat tertiup angin kencang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, mengonfirmasi bahwa laporan kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 07.59 WIB. 

"Pihak kami menerima laporan awal dari warga yang mengabarkan adanya kebakaran kandang di Desa Bodor. Personil siaga Pos Bantu Pace bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu empat menit, yakni pukul 08.03 WIB untuk melakukan pemadaman," ujar Imam Ashari.

Peristiwa bermula saat Edi Waluyo hendak pergi mencari pakan ternak dan sempat menyalakan diang di dekat lokasi kandang. 

Sekembalinya dari mencari pakan Edi berniat mematikan perapian tersebut. Karena meyakini bara api sudah padam, ia lantas kembali pergi untuk mencari pakan tambahan. 

"Ternyata sisa bara diang rupanya masih menyimpan api dan tertiup angin kencang hingga menyambar tumpukan jerami di dalam kandang. Kobaran api yang cepat membesar sempat membuat sapi milik korban terjebak di dalam bangunan." Jelas Imam Ashari 

Melihat kepulan asap tebal dan kobaran api, tetangga korban langsung bergerak cepat memberitahukan warga sekitar. 

"Tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut sontak berupaya menyelamatkan sapi yang terjebak dalam kobaran api, sementara salah satu warga segera melaporkan kejadian ini ke pihak Damkarmat Nganjuk," lanjut Imam menceritakan kronologi di lapangan.

Satu armada pemadam dari Armada 07 Pos Bantu Pace yang dikerahkan ke lokasi langsung mengisolasi titik api agar tidak membesar dan merembet ke bangunan warga lainnya. 

"Setelah penanganan ekstra, pemadaman dan pendinginan akhirnya selesai sepenuhnya pada pukul 10.00 WIB." Katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp 7 juta.

Sementara itu, Komandan Regu Piket Pos Bantu Pace, Danur, mengimbau masyarakat agar ekstra waspada saat membuat perapian diang di sekitar kandang, terutama di tengah kondisi cuaca cerah berangin. 

"Kami mengimbau warga agar benar-benar memastikan bara api diang padam total dengan cara disiram air sebelum ditinggal pergi. Angin kencang sangat mudah menerbangkan percikan api ke bahan yang mudah terbakar seperti jerami dari pakan ternak," pungkas Danur.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru