NGANJUK, SRTV.CO.ID – Aksi eksibisionisme yang meresahkan warga kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Seorang pengendara sepeda motor pria nekat memamerkan alat kelaminnya di area persawahan Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret.
Aksi tak senonoh tersebut mendadak viral usai diunggah oleh salah satu akun di media sosial Facebook.
"Pagi min, mohon maaf ya min sebelumnya saya mau laporan bahwa ada kegiatan exibionis di area persawahan Jatirejo Loceret yang mau ke arah Loceret," tulis pengunggah informasi tersebut, Rabu (22/7/2026)
Peristiwa ini bermula saat korban, yang merupakan kekasih dari pemilik akun pengunggah, dibuntuti oleh terduga pelaku saat melintas di jalanan sepi area persawahan tersebut.
"Jadi pacar saya dibuntuti dari belakang lalu terjadilah kejadian exibionis yang dilakukan oleh pelaku. Mohon maaf untuk disebarkan min karena banyak yang sudah resah oleh kejadian tersebut," lanjut akun itu dalam unggahannya.
Postingan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kapan aksi itu terjadi, dan terungkap bahwa peristiwa tersebut dialami korban pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya setelah waktu Shalat Isya.
"Di tempat itu sering banget terjadi seperti itu. Dulu juga aku pernah ngalamin pas pulang sendiri, padahal siang-siang," tulis akun Me... menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut memang rawan aksi eksibisionisme.
Sontak hal ini memicu ketakutan bagi para pengendara perempuan yang sering melintas sendirian di jalur persawahan Jatirejo, baik di waktu siang maupun malam hari.
Menanggapi kabar viral ini, pihak kepolisian setempat menyatakan belum menerima laporan resmi dari pihak korban terkait insiden tersebut.
"Belum (belum ada laporan polisi). Kemungkinan itu kejadian sudah agak lama," ujar Kapolsek Loceret, AKP Triyono saat dikonfirmasi wartawan.
Meskipun belum ada laporan resmi, warga berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali dan memberikan rasa aman bagi penggguna jalan.
Editor : SRTVRedaksi