JOMBANG, SRTV.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya memberikan dampak positif bagi pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi angin segar bagi para pelaku usaha tani lokal.
Salah satu yang merasakan imbas manisnya adalah Rokhim Azzam, seorang pembudidaya sayuran hidroponik asal Dusun Ploso Kendal, Desa Ploso Geneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
"Awalnya saya hanya mengelola satu lahan sederhana di pekarangan rumah sejak tahun 2021. Namun, semenjak adanya Program MBG, permintaan melonjak pesat hingga saya kini bisa mengembangkan usaha ini ke sejumlah titik kemitraan," ungkap Rokhim saat ditemui di kebun hidroponiknya. Rabu (22/7/2026)
Berkat ketekunannya memanfaatkan pekarangan rumah, kini pria dengan dua anak tersebut telah mengelola sekitar 42 meja budidaya yang fokus menanam jenis sayuran pakcoy dan selada. Proses budidayanya pun dilakukan secara terstruktur, dimulai dari tahap pembenihan awal.
"Setelah pembenihan, bibit dipindahkan ke meja hidroponik berair jernih selama seminggu hingga 10 hari. Begitu pertumbuhannya terlihat baik, sayuran dipindah lagi ke meja nutrisi otomatis. Memasuki usia 30 hingga 43 hari, sayuran sudah siap dipanen," jelasnya merincikan proses produksi.
Dalam sepekan, Rokhim kini mampu memanen lebih dari 400 kilogram sayuran segar. Seluruh hasil panen tersebut dipasok secara rutin untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di beberapa titik dapur Program MBG di wilayah Jombang.
"Dulu omzet bulanan saya hanya berkisar di angka jutaan rupiah saja. Tapi Alhamdulillah, setelah menjadi bagian dari rantai pasok Program MBG, omzet usaha kami sekarang bisa menembus belasan juta rupiah per bulan," pungkas Rokhim dengan senyum penuh syukur.
Editor : SRTVRedaksi