Tingkatkan Standar Kelas Dunia, Basarnas Gembleng Tim USAR Surabaya Lewat Simulasi Nonstop 24 Jam

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Suasana pembukaan Diseminasi NAP dihadiri oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit bersama jajaran Direktorat Operasi Basarnas dan personel tim USAR di Kantor SAR Kelas A Surabaya.

SURABAYA, SRTV.CO.ID — Guna memperkuat kapasitas dan standar keselamatan tim Urban Search and Rescue (USAR), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Diseminasi National Accreditation Process (NAP) di Kantor SAR Kelas A Surabaya.

Kegiatan yang resmi dibuka pada Senin (20/07) ini berlangsung selama lima hari ke depan untuk menyelaraskan kemampuan personel dengan standar internasional.

NAP merupakan langkah strategis Basarnas untuk memastikan operasi penyelamatan pada reruntuhan bangunan berjalan sesuai metodologi INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group).

"Melalui diseminasi ini, seluruh komponen operasi SAR di Surabaya diharapkan memiliki pemahaman menyeluruh terhadap prinsip, struktur, dan prosedur operasional USAR. Hal ini mencakup penguatan dokumen kebijakan, kesiapsiagaan tim, pengelolaan peralatan, hingga interoperabilitas lintas sektor," ujar Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit.

Agenda pembukaan ini juga dihadiri oleh Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Bencana, Emi Frizer, serta jajaran pimpinan dan personel tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya.

“Keberhasilan operasi SAR sangat ditentukan oleh kesiapsiagaan jauh sebelum kejadian itu terjadi. Untuk itu, kegiatan ini harus kita manfaatkan sebagai sarana untuk menguji kemampuan, mengenali kekurangan, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kepercayaan diri seluruh personel,” tegas Nanang Sigit.

 

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menekankan pentingnya akuntabilitas dan efektivitas dalam setiap misi pencarian maupun pertolongan yang dilakukan di lapangan.

"Seluruh proses ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap misi pencarian dan pertolongan yang dijalankan dapat memenuhi standar keselamatan, efektivitas, dan akuntabilitas sesuai penerapan sistem manajemen operasi SAR berbasis standar internasional INSARAG," ungkap Laksma TNI Yudhi Bramantyo disampaikan Emi Frizer.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan materi teori selama tiga hari mengenai pengenalan standar INSARAG dan metodologi USAR.

Setelah itu, para peserta langsung diuji melalui Simulation Exercise, di mana tim USAR Surabaya wajib mengaktifkan sistem operasi SAR dalam merespons skenario bencana bangunan runtuh.

Ujian sesungguhnya terletak pada simulasi penanganan korban yang menguras fisik dan mental seluruh personel.

“Simulasi diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat dini hari karena pada simulasi ini tim akan berlatih seperti layaknya operasi SAR pada bangunan runtuh yang dilaksanakan selama 24 jam nonstop hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” jelas Nanang Sigit menutup keterangannya

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru