Pengendara CB Hilang Kendali, Seorang Pelajar Meninggal di Tikungan Tajam Joho Pace 

Reporter : Hariadi Suwandito
Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi korban OB yang meninggal di TKP (Istimewa/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Kediri - Pace, tepatnya di Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Insiden tragis di jalur menikung ini mengakibatkan seorang pelajar berusia 15 tahun meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala.

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Nissan, Honda CB tanpa pelat nomor, dan Honda Mio di wilayah Pace," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin saat dikonfirmasi. Minggu (5/7/2026)

Kecelakaan bermula saat mobil Nissan bernomor polisi AG 1325 DA yang dikemudikan Ali Mahmud (45), warga Desa Cerme, Grogol, Kediri, melaju dari arah Nganjuk menuju Kediri. 

Di belakang mobil tersebut, mengekor sebuah Honda Mio AG 2120 WB yang dikendarai oleh M. Firmandito (21), seorang karyawan swasta asal Berbek, Nganjuk. Petaka muncul saat kendaraan mereka mendekati area tikungan tajam di Desa Joho.

"Saat mendekati Tikungan Joho, ada sepeda motor Honda CB tanpa pelat nomor dari arah berlawanan yang melaju terlalu kanan hingga memakan marka jalan. Pengemudi mobil Nissan spontan menghindar ke kiri untuk mengantisipasi benturan," urai Ipda Wahby terkait kronologi awal di lapangan.

Akibat manuver mendadak tersebut, mobil Nissan langsung keluar jalur dan menghantam pohon di pinggir jalan. Di saat bersamaan, motor Honda CB yang dikendarai oleh inisial M.A (15) berboncengan dengan inisial OB (15) keduanya pelajar asal Desa Godian, Berbek tetap tak terkendali hingga menyerempet Honda Mio yang berada di belakang mobil, sebelum akhirnya menghantam pintu kanan mobil Nissan.

"Benturan keras tersebut mengakibatkan penumpang Honda CB inisial OB mengalami pendarahan serius di kepala dan meninggal dunia (MD) di tempat kejadian. Korban lainnya segera dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk penanganan medis," tambah Kanit Gakkum.

Warga sekitar yang berada di lokasi, termasuk saksi mata Andri (38) dan Rudi (41), langsung berusaha memberikan pertolongan pertama sebelum pihak kepolisian tiba. 

Tiga personel Polsek Pace, yakni Aiptu Jumianto, Aipda Setyo Budi, dan Bripka Puguh segera mengamankan TKP, mencatat saksi-saksi, serta melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengurai kemacetan. 

Kerugian material akibat kerusakan kendaraan dalam insiden ini ditaksir mencapai Rp 5.000.000

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru