BLITAR, SRTV.CO.ID – Dampak merosotnya harga telur di pasaran membuat para peternak di Kabupaten Blitar kelabakan. Sebagai bentuk protes sekaligus keprihatinan atas situasi yang kian menjepit, para peternak nekat membagikan ribuan ekor burung puyuh secara cuma-cuma kepada masyarakat setempat.
Aksi tak biasa ini langsung memicu kerumunan di Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Ratusan warga yang mendengar kabar tersebut langsung berbondong-bondong memadati lokasi untuk mengantre.
"Iya, burung puyuh ini dibagikan kepada warga gratis,” kata Lukman, salah satu peternak yang ditugasi membagikan ribuan unggas tersebut di lokasi. Rabu (1/7/2026)
Menariknya, aksi bagi-bagi ini sempat diwarnai salah paham. Awalnya, warga berkumpul sejak pukul 07.00 WIB karena mendapat informasi akan ada pembagian ayam gratis. Namun, hingga siang hari, ayam yang dinanti tak kunjung datang.
Baru sekitar pukul 10.00 WIB, panitia akhirnya mulai membagikan muatan, yang ternyata berganti menjadi burung puyuh. Sebanyak 2.000 ekor puyuh pun lari manis diserbu warga dalam waktu singkat.
Kondisi ini merupakan puncak dari kegusaran para peternak di Blitar selama beberapa minggu terakhir. Bukan hanya peternak puyuh, para peternak ayam petelur pun ikut menjerit karena harga jual telur di tingkat peternak merosot tajam dan tidak sebanding dengan tingginya harga pakan operasional.
Saat ini, harga telur puyuh anjlok di angka Rp 16.000 per kilogram, padahal normalnya bisa menembus lebih dari Rp 20.000. Sementara itu, harga telur ayam juga terpuruk di bawah Rp 20.000 per kilogram. Padahal, untuk mencapai Titik Impas (Break-Even Point) atau balik modal saja, peternak minimal harus menjual di angka Rp 23.000 per kilogram.
Akibat selisih kerugian yang semakin membengkak, sebagian peternak kini memilih jalan pintas. Mereka mulai enggan menjual hasil panennya ke tengkulak dan lebih memilih untuk menggelar lapak mandiri di pinggir jalan demi menyambung napas usaha mereka.
Editor : SRTVRedaksi