NGANJUK, SRTV.CO.ID – Ritual Siraman Sedudo di Kabupaten Nganjuk tidak hanya menghadirkan prosesi adat yang sakral dan memikat wisatawan.
Lebih dari itu, momentum tahunan ini kembali mengangkat cerita tutur yang kuat di tengah masyarakat mengenai asal-usul Air Terjun Sedudo yang melegenda.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat menghadiri langsung prosesi sakral tersebut di Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Minggu (28/6/2026), menegaskan bahwa tradisi ini memiliki akar sejarah yang sangat panjang.
"Bahkan, ritual ini telah terdokumentasi dalam media Belanda pada 8 Maret 1939," ujar Marhaen menekankan nilai historis tradisi tersebut.
Lebih lanjut, Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk menjelaskan adanya keterkaitan erat antara kawasan Sedudo dan Desa Ngliman dengan rekam jejak perjalanan Mahapatih Gajah Mada pasca masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Salah satu bukti tutur yang paling melekat adalah penamaan Desa Ngliman yang berasal dari kata "Liman", yang berarti gajah.
"Di masyarakat berkembang cerita bahwa Liman berarti gajah sehingga dikaitkan dengan perjalanan Mahapatih Gajah Mada. Ada pula penafsiran asal-usul nama Sedudo yang dihubungkan dengan seorang duda, yaitu Gajah Mada, yang menjalani laku spiritual di air terjun ini," ujar Kang Marhaen merinci kisah yang berkembang.
Menurut cerita rakyat, Sang Mahapatih memang pernah singgah di sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk. Mulai dari petilasan Lambangkuning di Kertosono, Sukoliman di Tritik Rejoso, hingga akhirnya melakukan laku spiritual di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Meski diselimuti berbagai versi sejarah dan legenda, Kang Marhaen mengingatkan bahwa esensi utama dari ritual ini tidak boleh luntur.Nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat tetap menjadi fondasi yang paling utama.
"Terlepas dari berbagai cerita sejarah yang berkembang, makna utama Siraman Sedudo tetap sebagai simbol penyucian diri dan memohon keberkahan kepada Tuhan Yang Maha Esa," tutur Bupati Nganjuk tersebut.
Senada dengan Bupati, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, menambahkan bahwa kekayaan narasi sejarah inilah yang membuat Sedudo begitu istimewa di mata wisatawan.
"Ini menjadi bagian dari kekayaan budaya yang memperkuat identitas kawasan Sedudo sebagai destinasi wisata budaya dan religi," pungkas Gunawan.
Editor : SRTVRedaksi