Dari Luka Menjadi Berkah, Cara Bos Rokok Pamekasan ‘Membayar Utang’ Masa Kecilnya ke 1.000 Anak Yatim

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Suasana khidmat Owner CV Ayunda H. Bambang bersama 600 anak yatim dan duafa melantunkan shalawat. (Istimewa/SRTV)

PAMEKASAN, SRTV.CO.ID — Aroma pekat tembakau yang biasanya memenuhi ruangan gudang di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, mendadak luruh. Berganti dengan gema shalawat yang menggetarkan langit-langit ruangan pada puncak 10 Muharram 1448 Hijriah. 

Bukan kesibukan buruh linting yang terlihat, melainkan pemandangan yang menyentuh hati: sekitar 600 anak yatim piatu dan duafa duduk bersila, melantunkan doa dengan tangan-tangan kecil yang menengadah ke atas.

Hari itu, CV Ayunda Permata Sejahtera menghentikan sejenak roda produksi rokok lokal mereka. Sang pemilik, H. Bambang Budianto, sedang melunasi sebuah janji pada masa lalunya. 

Bagi H. Bambang, Muharram bukan sekadar pergantian kalender Islam, melainkan cermin retak dari masa kecilnya yang tumbuh dalam kepahitan materi dan spiritual tanpa pelukan orang tua.

"Saya pernah berada di posisi mereka. Saya tahu persis bagaimana rasanya tumbuh dalam keterbatasan dan kesunyian tanpa orang tua," tutur H. Bambang dengan suara bergetar. Kamis (25/6/2026)

Ketika menatap 600 pasang mata polos yang memadati gudang perusahaannya, ia seperti melihat dirinya sendiri di masa lalu. Trauma dan luka batin itulah yang kini ia sulap menjadi bahan bakar gerakan kemanusiaan yang masif. 

Aksi di Gudang Pademawu ini merupakan hulu dari rangkaian panjang yang berhasil menggenapi target 1.000 anak yatim yang disantuni di berbagai wilayah Pamekasan, termasuk di Resto Aisyah, Desa Panempan.

"Target seribu anak ini bukan soal gagah-gagahan angka statistik. Ini tentang menghadirkan harapan konkret bahwa mereka tidak berjalan sendirian di dunia yang keras ini," tegas H. Bambang.

Di tengah arus modernisasi di mana banyak korporasi berlomba menumpuk aset fisik, CV Ayunda Permata Sejahtera justru mengambil arah putar balik untuk membesarkan manfaat. 

Perusahaan ini konsisten menjalankan model bisnis humanis sepanjang tahun, mulai dari memberangkatkan umrah gratis bagi guru ngaji, bedah rumah, santunan lansia, hingga kucuran beasiswa pendidikan.

Suasana sore itu mencapai puncaknya ketika ratusan anak yatim mulai mendoakan kelancaran usaha dan keberkahan bagi para dermawan. 

Di sinilah keteguhan sang pengusaha runtuh; H. Bambang tak lagi mampu menyembunyikan air matanya. 

Bagi pengusaha sukses ini, laporan keuangan yang hijau di akhir tahun sama sekali tak ada artinya dibanding ketulusan doa anak-anak yatim.

"Ketika melihat mereka mengangkat tangan dan mendoakan kami secara tulus, saya sadar itulah nikmat tertinggi yang Allah titipkan. Rezeki ini hanya mampir di rekening kami, tapi hakikatnya adalah milik mereka," pungkasnya.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru