NGANJUK, SRTV.CO.ID – Menyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada akhir bulan Juni, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nganjuk terus bergerak masif.
BNNK tidak ingin masa depan daerah dengan julukan Anjuk Ladang ini dirusak oleh narkoba. Langkah preventif pun digencarkan lewat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan menyasar lingkungan terdekat masyarakat.
Strategi ini dikomandoi langsung oleh Kepala Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Katim P2M), Wahyu Tri Sutrisno, bersama Penyuluh Narkoba Ahli Pertama, Dida Prayojana Mahardika.
"Melalui peringatan HANI, kami ingin menggugah kesadaran kolektif warga Nganjuk bahwa narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa." Ungkap Wahyu, Kamis (25/6/2026)
BNNK Nganjuk, kata Wahyu terus mendorong penguatan program regulasi seperti Desa Bersinar (Bersih Narkoba)
"Dengan begitu kami berharap setiap aparatur desa, RT/RW, hingga tokoh masyarakat memiliki kemampuan deteksi dini terhadap peredaran narkoba di lingkungannya," jelas Wahyu.
Langkah ini diambil karena BNNK menyadari penegakan hukum dari aparat keamanan saja tidak akan cukup tanpa adanya ketahanan dari tingkat keluarga dan desa.
Namun, tantangan zaman kini telah berubah. Peredaran gelap narkoba kini mulai bergeser ke ranah digital demi menyasar anak-anak muda dari Generasi Z dan Alpha melalui media sosial serta aplikasi pesan singkat.
"Tantangan terbesar kita saat ini adalah pengawasan ruang digital anak-anak kita. Oleh karena itu, LPK atau sosialisasi ke sekolah-sekolah terus kami perluas." Tandasnya
Pihaknya, lanjut Wahyu membekali para pelajar agar memiliki kemampuan menolak (say no to drugs)
"Kami juga mengedukasi orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak di rumah demi meminimalisir risiko keterlibatan pada zat terlarang," timpal Dida.
Di akhir pemaparannya, pihak BNNK Nganjuk juga mengingatkan warga agar tidak takut melapor jika melihat ada indikasi penyalahgunaan di sekitarnya.
Bagi korban yang melapor secara sukarela untuk rehabilitasi, BNNK menjamin kerahasiaan penuh dan memastikan tidak ada tuntutan pidana.
"Mari jadikan momentum Hari Anti Narkotika Internasional ini untuk menyatukan tekad bersama. Bersama kita jaga keluarga kita, kita tingkatkan prestasi anak-anak muda Nganjuk tanpa narkoba, demi mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang bersih, maju, sehat, dan bersinar," pungkas Dida
Editor : SRTVRedaksi