Tekan Ketimpangan Gender, Dinas Pendidikan Nganjuk: Sekolah Jalur Utama Kemandirian Perempuan

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Prima Artika Pratiwi, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Disdik Nganjuk, menekankan pentingnya pendidikan untuk mewujudkan kesetaraan dan kemandirian perempuan. (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pendidikan menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya menurunkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nganjuk. 

Seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi perempuan, diharapkan turut berperan aktif dalam memastikan anak-anak perempuan memperoleh akses pendidikan yang layak hingga jenjang menengah atas.

"Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan hidup, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat." ujar Prima Artika Pratiwi, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Non Formal (PNF) / Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Kamis (18/6/2026)

Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang perempuan, sambungnya semakin besar pula peluangnya untuk meningkatkan kualitas hidup dirinya maupun keluarganya

“Ketika anak perempuan berhenti sekolah karena menikah di usia muda, maka kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi semakin terbatas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu tersebut, tetapi juga oleh keluarganya dan masyarakat secara luas,” jelas Prima terkait tantangan pernikahan usia dini.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendidikan yang rendah sering kali berkorelasi dengan rendahnya tingkat pendapatan keluarga, terbatasnya akses informasi kesehatan, serta rendahnya partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai organisasi wanita dinilai sangat krusial.

“Organisasi perempuan memiliki jaringan yang sangat luas hingga tingkat desa dan lingkungan keluarga. Peran ini sangat strategis untuk memberikan pemahaman kepada orang tua agar terus mendukung pendidikan anak-anaknya, terutama anak perempuan,” katanya.

Prima juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan. 

Keluarga dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun semangat belajar anak guna mencegah angka putus sekolah.

"Keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka peluang anak untuk berhasil akan semakin besar,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan perempuan merupakan investasi jangka panjang. Perempuan yang berpendidikan akan melahirkan generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Semakin banyak anak perempuan yang menyelesaikan pendidikan, maka semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan untuk kemajuan Kabupaten Nganjuk,” pungkas Prima.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru