SURABAYA, SRTV.CO.ID — Badai krisis energi yang melanda Jawa Timur dilaporkan kian meluas. Setelah warga Surabaya dan sekitarnya didera pemadaman listrik bergilir sejak awal pekan ini, wilayah Pulau Madura kini diprediksi menjadi target berikutnya. Sistem kelistrikan Jawa, Bali, dan Madura (Jamali) yang mengalami defisit pasokan signifikan sejak 8 Juni 2026 membuat pemadaman total atau bergilir dalam durasi panjang di Madura tampaknya tinggal menunggu waktu.
Menghadapi ancaman wilayah yang berpotensi lumpuh dan gelap gulita, masyarakat Madura diimbau untuk tidak panik. Langkah taktis dan persiapan matang harus segera dilakukan demi meminimalisir dampak buruk pemadaman jangka panjang tersebut.
Berikut adalah 6 langkah antisipasi krusial yang wajib dipersiapkan oleh warga Madura:
1. Siapkan Pencahayaan Alternatif yang Aman
Pastikan lampu darurat (emergency lamp) dan senter sudah diisi daya hingga penuh. Jika terpaksa harus menggunakan lilin sebagai alternatif terakhir, tempatkan di atas wadah yang aman serta jauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar demi menghindari risiko kebakaran.
2. Amankan Pasokan Air Bersih
Bagi masyarakat yang ketergantungan pada pompa air listrik, segeralah memenuhi bak mandi, tandon, atau ember penampungan selagi aliran listrik masih normal. Air menjadi kebutuhan paling krusial yang harus diamankan terlebih dahulu.
3. Kelola Daya Gadget dan Komunikasi secara Bijak
Jaga agar daya baterai ponsel dan *powerbank* tetap penuh sebelum pemadaman terjadi. Saat listrik padam, segera aktifkan mode hemat daya (*power saving mode*) dan batasi penggunaan internet agar perangkat komunikasi bisa bertahan lebih lama untuk situasi darurat.
4. Jaga Ketahanan Bahan Makanan di Kulkas
Hindari kebiasaan terlalu sering membuka dan menutup pintu kulkas saat listrik padam. Kulkas yang tertutup rapat diklaim mampu mempertahankan suhu dingin di dalamnya selama 4 hingga 6 jam, sehingga bahan makanan di dalam tidak cepat membusuk.
5. Cabut Colokan Barang Elektronik
Segera cabut sakelar perangkat elektronik sensitif seperti televisi, komputer, dan kulkas saat pemadaman dimulai. Langkah ini sangat penting untuk melindungi peralatan rumah tangga dari risiko kerusakan akibat lonjakan arus listrik (*voltage spike*) ketika listrik tiba-tiba menyala kembali.
6. Tingkatkan Keamanan Lingkungan
Kondisi lingkungan yang gelap gulita kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, warga diharapkan segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau pengurus RT/RW setempat untuk memperketat ronda malam atau siskamling.
Kunci utama dalam menghadapi potensi krisis ini adalah kesiapan mental dan semangat gotong-royong antarwarga. Dengan saling membantu dan waspada, masyarakat Madura diharapkan mampu melewati masa sulit ini hingga pasokan energi di sistem Jawa-Bali kembali pulih dan stabil.
Editor : SRTVRedaksi