NGANJUK, SRTV.CO.ID – Selama ini, banyak masyarakat mengira bahwa titik pusat atau nol kilometer Kabupaten Nganjuk berada di kawasan Alun-Alun atau simpang empat Tugu Jayastamba. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Titik nol kilometer Nganjuk ternyata tersembunyi di tepi Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk.
"Sudah sejak dahulu patok ini ada. Ya cuma tulisan penanda jarak. Tidak ada ornamen atau bangunan lainnya di sekitarnya," ujar Ahmad Adzim, pengurus Karang Taruna Kelurahan Mangundikaran, Jumat (5/6/2026).
Penandanya memang terbilang sangat bersahaja. Pusat kabupaten ini hanya berupa patok setinggi 70 sentimeter di sisi utara jalan nasional, atau sekitar 100 meter sebelah timur lampu merah Terminal Lama atau Pujahito.
Patok tiga sisi berwarna kuning-putih ini mencantumkan informasi jarak antar-kota. Di sisi timur tertulis "Cr.Ban 29" (29 km menuju Caruban), di bagian atas tertulis "S.Baya 119" (119 km menuju Surabaya), dan di sisi barat barulah tertera tulisan "Ng.Juk 0" sebagai penanda titik absolut pusat kabupaten.
"Karena memang bentuknya kecil dan tidak mencolok. Tidak seperti di daerah lain, seperti Tugu 0 kilometer Yogyakarta yang terkenal dan sering dijadikan spot foto-foto," ungkap Adzim menambahkan.
Sayangnya, karena ukurannya yang mini dan posisinya yang nyempil di antara deretan pohon trotoar, keberadaan simbol historis ini kerap luput dari pandangan mata masyarakat maupun pengendara yang melintas.
Melihat potensi sejarah dan geografis yang kuat, pihak Karang Taruna berharap ada perhatian lebih dari pemerintah setempat untuk memoles kawasan tersebut agar tidak sekadar menjadi patok mati di pinggir jalan.
"Supaya nanti bisa jadi jujugan wisatawan atau pemudik untuk singgah dan foto-foto. Dan lingkungan sekitarnya jadi lebih ramai dan UMKM berkembang," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi