Berita  

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Catat Ribuan Pelanggaran Lalu Lintas di Kabupaten Kediri

Kasat Lantas Polres Kediri saat memaparkan hasil operasi keselamatan semeru 2026 (istimewa)

KEDIRI, SRTV.CO.ID — Satuan Lalu Lintas Polres Kediri mencatat lonjakan signifikan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung pada 2–15 Februari 2026. Evaluasi tersebut disampaikan Kasat Lantas, Mega Satriatama, Kamis (19/2/2026).

Hingga hari ke-14 operasi, kegiatan preventif yang dilaksanakan mencapai 5.088 aktivitas. Jumlah itu meningkat tajam dibanding periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat 10 kegiatan.

“Pada 2026 ini kegiatan preventif meningkat signifikan. Tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas,” ujar Mega.

Ribuan kegiatan tersebut meliputi penyuluhan di sekolah, kampus, perkantoran, dan terminal; kampanye safety riding dan safety driving; penyebaran brosur, leaflet, serta stiker keselamatan; program Police Goes to School; pembinaan komunitas dan sopir angkutan; hingga publikasi informasi titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Secara rinci, dari 5.088 kegiatan preventif itu, 2.940 menyasar individu, 443 terhadap kendaraan, serta 1.705 berkaitan dengan kondisi jalan dan lingkungan. Pada periode 2025, kegiatan preventif tercatat hanya 14 kali, sehingga terjadi peningkatan 5.074 kegiatan.

Selain pendekatan edukatif, penindakan pelanggaran juga mengalami kenaikan. Dalam Ops Keselamatan Semeru 2026, tercatat 10.176 perkara hingga hari ke-14. Rinciannya, empat perkara melalui sistem tilang elektronik (ETLE) dan 10.172 berupa teguran.

Sebagai perbandingan, pada Operasi Keselamatan Semeru 2025 tercatat 1.312 perkara, terdiri dari 31 tilang ETLE dan 1.281 teguran. Dengan demikian, terdapat kenaikan 8.864 perkara pada tahun ini.

“Peningkatan ini menunjukkan intensitas pengawasan yang lebih tinggi serta komitmen kami menekan potensi pelanggaran yang bisa berujung kecelakaan,” tambahnya.

Dari sisi angka kecelakaan, selama operasi 2026 tercatat dua kejadian dengan tiga korban luka ringan. Sementara pada periode yang sama 2025, terdapat satu kejadian dengan satu korban luka ringan. Meski terjadi kenaikan satu kasus, kepolisian menilai situasi masih terkendali dan pengawasan terus diperkuat di titik rawan.

Mega menambahkan, pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga menjadi bagian dari evaluasi dan persiapan menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

“Operasi ini menjadi momentum meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus memetakan potensi kerawanan menjelang arus mudik,” pungkasnya.***

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor : AMS

Exit mobile version