Berita  

Jembatan Perintis Garuda Bagor Wetan, Jalan Ekonomi Harapan Petani Nganjuk

Nganjuk,SRTV.CO.ID – Tak lama lagi, lalu-lalang motor petani yang dulu terpaksa berkeliling jauh menghadapi jalan berlubang saat membawa hasil panen, akan bisa melintas dengan lancar melalui sebuah struktur yang kini jadi harapan baru bagi dua kecamatan.

Jembatan Perintis Garuda di Desa Bagor Wetan bukan sekadar menghubungkan wilayah Kecamatan Sukomoro dan Rejoso, jembatan ini akan mengubah wajah ekonomi ribuan petani yang menjadikan padi dan bawang merah sebagai tulang punggung penghidupan keluarga.

Proyek yang sedang gencar dikerjakan ini dijadwalkan akan selesai dalam kurun waktu satu bulan, tepat menjelang musim panen berikutnya.

“Sebelumnya, bawang merah kami sering tercecer di jalan karena harus melalui jalanan yang tidak rata. Kadang sampai di pasar, harganya sudah turun karena kualitasnya menurun,” cerita Sutarno, petani bawang merah Sukomoro. Sabtu (7/2/2026)

Kini, dengan dibangunnya jembatan yang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua ini, ia dan ratusan rekan petani bisa bernapas lega karena masalah lama yang selalu mengganggu musim panen akhirnya akan berakhir.

Kedua kecamatan yang terkenal sebagai sentra penghasil bawang merah di Kabupaten Nganjuk ini memang sudah lama butuh solusi nyata untuk masalah akses. Saat musim panen tiba, jalan yang sempit dan rusak sering menjadi momok bagi para petani, menyebabkan penundaan distribusi.

Dampaknya, tentu kerugian yang tidak sedikit akibat produk yang tidak bisa sampai ke pasar dalam kondisi menurun. Dengan target penyelesaian dalam satu bulan, pihak pembangunan berusaha memastikan jembatan siap digunakan tepat saat hasil panen mulai melimpah.

“Jembatan ini adalah ujung tombak dalam mendukung program nasional ketahanan pangan. Setiap meter struktur yang diselesaikan, adalah harapan bagi petani. Kita berkomitmen agar pekerjaan selesai tepat waktu dalam satu bulan seperti yang dijadwalkan.” ujar Babinsa Desa Bagor Wetan Serka Heru.

Sementara itu, Kepala Desa Bagor Wetan Sugeng Anto menambahkan semangat baru dalam membangun jalur penghubung antar wilayah untuk menciptakan jalan menuju kemakmuran bersama. “Dengan akses yang lebih lancar, para petani bisa menjangkau pasar baru yang lebih luas, bahkan memasarkan produk mereka ke luar Kabupaten Nganjuk dengan lebih mudah dan efisien.” Jelasnya

Dandim 0810 Nganjuk Letkol Arh M Taufan Yudha Bakti juga menyampaikan visi besar yang menjadi dasar dukungan terhadap proyek ini. “Peran TNI tidak hanya sebatas menjaga keamanan wilayah. Kami juga turut serta membangun dasar ekonomi masyarakat. Jembatan Perintis Garuda adalah bukti konkret bahwa kita bersama-sama berjuang untuk meningkatkan taraf hidup dan memastikan ketahanan pangan daerah kita semakin kuat,” tegasnya.

Warga seperti Narmi seorang ibu rumah tangga yang juga membantu suaminya dalam menjual hasil panen, mengaku sudah tidak sabar merasakan manfaat langsung dari jembatan ini.

“Kami berharap jembatan bisa segera digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Semoga dengan kemudahan akses ini, penghasilan keluarga kita bisa lebih stabil dan anak-anak bisa sekolah dengan lebih tenang tanpa khawatir biaya pendidikan,” ucapnya dengan senyum yang penuh harapan.

Dengan segala manfaat yang akan diberikan, Jembatan Perintis Garuda bukan hanya menjadi simbol konektivitas antarwilayah. Ia adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dan didukung oleh seluruh pihak bisa menjadi katalisator perubahan positif yang menyentuh setiap aspek kehidupan masyarakat.

Reporter : Etna Laila
Editor. : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version