Mas Handy Usulkan Penerapan Teknologi CLC di Perlintasan Sebidang, Untuk Mengurai Kemacetan

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah cepat merespon keluhan masyarakat terkait tingginya risiko kecelakaan dan kemacetan di sejumlah perlintasan sebidang kereta api.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk Suharono, melakukan audiensi khusus di Ruang Rapat Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya untuk mengajukan sejumlah usulan strategis perbaikan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Nganjuk.

“Kami mengusulkan penerapan teknologi Concrete Level Crossing yang menggunakan bahan beton menggantikan aspal biasa. Teknologi ini terbukti lebih stabil dan tahan lama, seperti yang sudah berhasil diterapkan di Merak dan Padang,” ujar Mas Handy sapaan akrab wakil Bupati Nganjuk, Sabtu (14/2/2026)

Concrete Level Crossing (CLC) sambung Mas Handy adalah sebuah solusi modular beton pracetak untuk perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya.

Sistem CLC dirancang secara modular dan knock-down, memungkinkan proses instalasi dan pembongkaran dilakukan dengan cepat tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api. “Ini menjawab tantangan lama seperti deformasi aspal dan kerusakan struktural yang sering terjadi akibat getaran kereta, beban kendaraan berat, dan kondisi cuaca ekstrem.” Jelasnya

Pada kegiatan ini, pembahasan difokuskan pada dua titik krusial jalan nasional, yaitu JPL 90 di Baron dan JPL 103 di Bagor, yang kondisi infrastrukturnya dinilai berpotensi menjadi bahaya bagi pengguna jalan, terutama pada musim hujan.

Selain masalah teknis perlintasan, Pemkab Nganjuk juga menyoroti hambatan logistik yang terjadi di JPL 89 di Desa Waung Kecamatan Baron. Wakil Bupati meminta agar portal pembatas ketinggian di lokasi tersebut segera dicabut karena dianggap menjadi penyebab kemacetan atau bottleneck pada arus lalu lintas.

“Keberadaan portal memaksa kendaraan besar masuk ke jalan desa, yang akhirnya merusak infrastruktur lokal. Saat ini perlintasan sudah memiliki penjaga palang pintu resmi, sehingga fungsi portal pengaman tambahan sudah tidak diperlukan untuk kelancaran akses,” tambahnya.

Masalah kemacetan klasik di JPL 95 di Sukomoro juga masuk dalam agenda pembahasan. Untuk mengatasi antrean kendaraan yang bisa mencapai ratusan meter, Pemkab Nganjuk berkomitmen mengalokasikan dana tahun ini untuk melebarkan jembatan kecil yang berada di dekat rel kereta api.

“Kami siap menganggarkan dana untuk melebarkan jembatan tersebut. Tujuannya agar arus kendaraan bisa berjalan lebih lancar dan mengurangi waktu tunggu masyarakat,” ungkap Mas Handy sapaan akrab Wabup Nganjuk ini.

Di sisi layanan transportasi, Mas Handy juga menyampaikan aspirasi warga terkait kebutuhan moda transportasi massal yang terjangkau. Ia mendorong agar jangkauan Commuter Line (Kereta Api Lokal) diperluas hingga mencapai Stasiun Nganjuk.

“Banyak warga Nganjuk yang bekerja di Mojokerto dan Surabaya. Kami berharap layanan kereta lokal ditambah karena mobilitas masyarakat sangat tinggi dan membutuhkan tarif yang terjangkau,” pungkasnya.

Melalui audiensi ini, Pemkab Nganjuk berharap seluruh usulan yang diajukan dapat segera diperhatikan dan direalisasikan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu lintas serta mobilitas masyarakat Nganjuk.

Reporter : Etna
Editor : Tim Redaksi SRTV

Exit mobile version