Berita  

Benih Ikan Nila Black Airlangga Melegenda di Nusantara, Jadi Primadona Pembudidaya

Benih Ikan Nila Black Airlangga Melegenda di Nusantara (Bakti)

KEDIRI, SRTV.CO.ID – Benih ikan nila Black Airlangga kini dikenal sebagai salah satu varietas unggulan nasional. Pembenihan ikan tersebut dikembangkan di Pusat Pembenihan Ikan Sumber Drajat, Dusun Nepen, Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Pengembangan nila Black Airlangga digagas Ipik Nurhalim (40), pembenih ikan asal Kediri. Ia memberi nama Nila Airlangga sebagai identitas produk lokal, terinspirasi dari sosok Airlangga.

Menurut Ipik, nila Black Airlangga memiliki sejumlah keunggulan, seperti pertumbuhan cepat, daya tahan tubuh baik, serta masa panen relatif singkat, yakni sekitar dua hingga empat bulan untuk pembesaran.

“Nila Airlangga ini hasil pemuliaan dari induk-induk utama yang kami kembangkan secara khusus, sehingga kualitasnya terjaga dan diminati berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Ipik menuturkan, ketertarikannya pada budidaya ikan berawal dari tradisi keluarga. Sang kakek memelihara ikan tombro dan bader, lalu diteruskan ayahnya yang membudidayakan ikan tombro serta ikan hias. Sejak kecil ia telah akrab dengan dunia perikanan.

Kini bersama Kelompok Sumber Drajat, ia mengembangkan pembenihan nila dalam skala besar. Benih dikirim ke berbagai wilayah di luar Jawa seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra dengan permintaan tinggi sepanjang tahun.

Dalam musim sepi (Januari–Mei), pengiriman mencapai sekitar 130.000 ekor per hari. Pada musim sedang (Mei–Oktober) meningkat hingga 500.000 ekor per hari. Sementara musim ramai (November–Desember), distribusi bisa menembus satu juta ekor per hari, terutama ke Lamongan, Tuban, Gresik, Sidoarjo, Kediri, Blitar, Tulungagung, hingga Bali.

Saat ini, Kelompok Sumber Drajat memiliki 28 anggota aktif dengan total lahan pembenihan sekitar 11 hektare.

Pengembangan nila Black Airlangga juga mendapat pembinaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri yang bersinergi dengan Universitas Brawijaya.

Ipik menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan nila Black Airlangga secara profesional agar tetap menjadi benih unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : AMS

Exit mobile version